Ingin Keuangan Lebih Sehat? Yuk Coba Jalani 30 Hari Detoks Keuangan!

Detoks keuangan

Mungkin kamu sering mendengar istilah detox dalam kesehatan untuk membuang racun di dalam tubuh sehingga lebih sehat. Kalau detoks keuangan, ada yang pernah dengar istilah ini? Financial detox atau detoks keuangan adalah suatu cara mengubah kebiasan untuk mengeluarkan uang dengan lebih bijak. Fungsi dari detoks keuangan ini dapat mengembalikan kondisi kronis keuangan. Jadi kamu tidak lagi terjebak dalam masalah keuangan yang membuat stres.

Apa yang harus dilakukan selama 30 hari detoks keuangan?

Minggu 1 – Atur budget mingguan

Atur Budget Mingguan

Kalau dalam detoks kesehatan dimulai dengan membersihkan kulkas, di minggu pertama ini mulai dengan melihat kalender dan pikirkan pengeluaran sehari-hari selama seminggu, seperti belanja mingguan, makan siang di kantor, kopi, transportasi, dan hal-hal esensial lainnya. Singkirkan kartu kredit, kartu diskon, barang atau aplikasi yang mendukung untuk kamu menghabiskan uang. Gunakan uang tunai atau e-wallet yang telah diberi budget secukupnya untuk kehidupan kamu selama satu minggu penuh. Buatlah sistem pelacakan untuk setiap pengeluaran dengan catatan keuangan harian.

Pilih satu pos keuangan yang bisa dikurangi. Misal, kamu biasa mengeluarkan 50 ribu untuk makan siang, cobalah untuk menghematnya dengan makan di kantin dan keluarkan maksimal hanya 30 ribu atau untuk lebih hemat, cobalah membawa bekal dari rumah. Selama satu minggu, pertahankan diet pengeluaran kamu sebanyak mungkin dan jangan lupan untuk selalu mencatat setiap pengeluaran.

Minggu 2 – Lacak dan kategorikan semua pengeluaran

Catatan keuangan

Dalam minggu pertama detoks keuangan, kamu hanya fokus pada pengeluaran. Sekarang saatnya untuk melihat kemana semua uang kamu pergi. Mulailah melacak kebutuhan penting dan biaya yang dibutuhkan. Cek berapa tagihan cicilan atau hutang per bulan, tagihan listrik dan air, premi asuransi, atau biaya langganan aplikasi, dan lainnya. Buat anggaran berdasarkan kategori, pisahkan hal-hal penting dan hal-hal kurang penting yang bisa kamu batalkan.

Kemudian periksa juga pengeluaran pribadi dan harian, termasuk biaya-biaya tak terduga yang mungkin selama ini kamu abaikan. Bandingkan total pengeluaran bulanan dengan pendapatan bulanan kamu. Apakah minus atau surplus? Sepanjang minggu, ingatlah budget yang telah dibuat di minggu pertama. Ketika tergoda untuk melampauinya untuk membeli barang tertentu, tanyakan pada diri sendiri, apakah lauak dilakukan dan bagaimana kamu akan membayarnya.

Baca juga: Investasi Jangka Pendek VS Investasi Jangka Panjang, Mana yang Lebih Cuan?

Minggu 3 – Buat tujuan keuangan

Financial goals

Pada akhir minggu ke-2, kamu harus memiliki gagasan yang lebih baik tentang kemana uang kamu pergi. Kemudian di minggu ke-3, pikirkan hal-hal yang ingin kamu capai dan tujuan keuangan. Tetapkan satu tujuan jangka pendek, sesuatu yang ingin kamu capai dalam setahun. Tetapkan satu tujuan jangka menengah utama yang ingin kamu wujudkan dalam tiga hingga lima tahun. Tetapkan satu tujuan jangka panjang utama, satu yang cukup jauh di masa depan. Sepanjang minggu, pikirkan di mana kamu mungkin dapat mengurangi untuk mengarahkan lebih banyak uang ke arah tujuan-tujuan ini.

Minggu 4 – Review dan teruskan

Review keuangan

Selamat! Kamu telah memiliki kesadaran yang jauh lebih besar tentang bagaimana mengeluarkan uang. Jadi sekarang saatnya untuk meninjau apa yang telah kamu lakukan. Apakah kamu senang dan cocok dengan cara ini? Apakah prioritas sudah tercapai? Perubahan apa yang perlu kamu lakukan untuk menabung lebih banyak agar tujuan keuangan kamu tercapai?

Setelah 30 hari melakukan detoks keuangan dengan fokus dan serius, bisa dipastikan hasilnya akan signifikan. Kamu bisa benar-benar menghemat pengeluaran dan menjadi lebih bijak dalam mengeluarkan uang. Jika sudah nyaman dengan cara ini, detoks keuangan tidak lagi hanya dilakukan pada periode tertentu, tapi bisa menjadi kebiasaan baik yang memudahkan dalam mengatur dan merencanakan keuangan.

Baca juga: Mengatur Keuangan Keluarga, Sebaiknya Rekening Digabung atau Dipisah?

Close Menu