Bagaimana Kabar Harga Emas di Masa Pandemik?

Harga Emas Terkini

Emas sering dianggap sebagai safe haven yang berarti aset yang diharapkan nilainya tetap atau meningkat walaupun keadaan pasar atau ekonomi tidak stabil. Safe haven paling dicari oleh para investor agar menghindari kerugian saat terjadi penurunan pasar atau krisis keuangan. Harga jual emas diharapkan nilainya sejalan dengan inflasi untuk jangka waktu yang lama. Emas dipercaya sebagai komoditas yang nilainya tidak dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga yang ditetapkan pemerintah. Sehingga banyak orang yang membeli emas sebagai “asuransi” saat ekonomi terguncang. Akibatnya semakin lama permintaan dan harga emas terkini terus meningkat.

Harga emas terkini saat pandemik

Harga emas sejak awal tahun 2020 menunjukkan kenaikan yang signifikan, terlebih di bulan April saat Covid-19 menjadi pandemik di seluruh dunia. Namun investasi emas juga tidak menjamin memberi keuntungan besar karena kondisi ekonomi yang belum stabil. Saat ini harganya juga kembali turun walaupun tidak terlalu signifikan.

Beberapa faktor yang mengidentifikasi harga emas terkini:

harga jual emas

Krisis Global

Kenaikan harga emas dunia sering disebabkan oleh krisis yang terjadi di dunia. Hal ini disebabkan banyak orang yang kurang percaya pada pemerintah dan keadaan pasar global. Beberapa peristiwa yang mengguncang dunia biasanya akan berdampak pada harga emas.

Inflasi

Hal lain yang mempengaruhi harga emas adalah inflasi dan devaluasi mata uang. Beberapa investor akan berpikir untuk membeli emas jika harga uang kertas mereka turun.

Ketidakstabilan Bank Central

Setiap negara memiliki bank central masing-masing, misalnya saja Bank Central Eropa, Swiss National Bank, Bank Indonesia. Jadi ketika keadaan ekonomi tidak teratur, emas menjadi barang incaran yang menjanjikan untuk investasi. Sehingga, semua orang berusaha untuk mendapatkan emas dan membuat uang kertas mengalami ketidakpastian.

Nilai Dolar AS

Dolar Amerika Serikat masih menjadi mata uang cadangan dominan di dunia dan menjadikan dolar AS sebagai mata uang utama dalam perdagangan internasional. Jadi, ketika dolar menguat maka harga jual emas dunia melemah, dan sebaliknya.

Baca juga: Investasi Emas Tawarkan Risiko Rendah dengan Nilai yang Cenderung Meningkat, Tertarik?

Suku Bunga

Emas memang tidak ada kaitannya dengan bunga bank, seperti obligasi ataupun rekening tabungan. Namun, kenaikan harga emas seringkali membuat penurunan suku bunga dan sebaliknya.

Produksi Emas

Produksi emas per tahun sekitar 2500 metric ton, dibandingkan dengan 165.000 metric ton (perkiraan) untuk memasok kebutuhan emas di seluruh dunia. Jadi, tentu saja hal tersebut akan mempengaruhi persediaan emas. Selain itu, biaya produksi dapat mempengaruhi harga emas di dunia.

Pasokan VS Permintaan

Seperti konsep permintaan dan penjualan barang lainnya, jika permintaan suatu barang tinggi daripada pasokannya, maka harga barang tersebut akan naik, dan sebaliknya. Hal tersebut juga berlaku pada emas, saat peminat naik, maka harga emas terbaru juga akan naik.

Sehingga kesimpulannya adalah harga emas akan cenderung meningkat saat pasar keuangan mengalami tekanan yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah. Bukti nyata dari hal ini adalah harga emas terkini yang sempat naik tinggi saat status pandemik Covid baru diumumkan walaupun saat ini mengalami penurunan. Namun menurut para pakar, harga jual emas yang naik tinggi akan sulit kembali ke harga sebelumnya, jadi walaupun ada penurunan hanya sedikit.

Baca juga: Fitur Family Wallet Untuk Solusi Mengatur Keuangan Keluarga!

Close Menu