Belajar Cara Investasi Saham Untuk Pemula

Cara investasi saham

Sektor pasar modal Indonesia belakangan ini tampak begitu seksi dan menguntungkan. Bahkan label orang paling kaya sedunia pernah disandang seorang investor saham asal Amerika Serikat (AS) yakni Warren Buffett. Lalu banyak yang bertanya bagaimana cara investasi saham? Belajar investasi saham mulai darimana? Atau Investasi saham pemula yang bagus apa? Berikut penjelasannya.

Pengertian Saham

Saham merupakan bukti kepemilikan atas perusahaan tertentu yang pemegangnya berhak untuk mengklaim penghasilan serta kekayaan yang ada didalamnya. dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Investasi saham akan mendatangkan keuntungan bagi pemiliknya berupa:

Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan.

Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain ini terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder.

Saat belajar investasi saham, hal yang harus dipelajari adalah esensi investasi saham, dimana kamu tidak selalu mendapatkan untung daa mungkin untuk mengalami kerugian. Pada dasarnya membeli atau main saham sama seperti investasi dalam suatu usaha atau bisnis. Layaknya saat kamu melakukan investasi di usaha kuliner atau kopi dengan teman atau kerabat dekat. Dengan membeli saham, berarti kamu menjadi pemilik (pemegang saham) dari perusahaan tersebut dan menyerahkan pengelolaan perusahaan kepada management professional yang untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Intip reksadana saham untuk pemula

Cara investasi saham untuk pemula bisa dimulai dengan mempelajari saham yang dipegang oleh manager investasi yang memegang reksadana saham. Manajer investasi wajib menyampaikan portfolio top 10 saham yang dipegang di reksadana saham sehingga kamu bisa melihatnya di laporan bulanan reksadana saham. Kamu bisa terlebih dahulu melihat dan mempelajari saham-saham yang diinvestasikan oleh manager investasi reksadana saham sebagai Langkah awal.

Saham Blue-Chip

Belajar investasi saham

Untuk pemula, cobalah untuk fokus ke saham-saham blue-chip. Apa itu saham blue-chip ? Saham blue-chip adalah saham dari perusahaan dengan kualitas terbaik yang dijual di bursa. Jenis saham ini dianggap paling aman dan menjanjikan stabilitas keuntungan.

Contoh saham blue-chip:

  • Bank BCA (kode BBCA) adalah bank terbaik di Indonesia dengan jaringan ATM terbesar, jutaan jumlah nasabah dan paling penting menghasilkan profit besar untuk pemegang saham.
  • Unilever Indonesia (kode UNVR) adalah perusahaan consumer goods terbaik di Indonesia dengan berbagai brand produk rumah tangga. Kinerja keuangan UNVR adalah salah satu yang terbaik di bursa dengan kemampuan saham ini mencetak laba secara konsisten.
  • Bank BRI (kode BBRI) adalah bank dengan laba terbesar di Indonesia. Bank BRI punya kemampuan dan pengalaman di kredit mikro dan UMKM, yang boleh dikatakan tanpa pesaing saat ini.

Tiga saham blue-chip diatas adalah pilihan saham untuk pemula yang layak dipertimbangkan saat kamu belajar investasi saham.

Tidak ada definisi yang saklak soal saham blue-chip, tetapi biasanya dilihat dari saham yang punya kapitalisasi pasar besar dan ramai diperdagangkan setiap hari di bursa.

Baca juga: Investasi Jangka Pendek VS Investasi Jangka Panjang, Mana yang Lebih Cuan?

Saham adalah investasi jangka panjang

Sebagai investor, kamu pasti menginginkan return atau keuntungan, semakin cepat tentunya semakin baik. Tapi untuk mendapatkan keuntungan besar di investasi saham, kamu perlu bersabar lebih lama. Butuh proses dan waktu untuk modal yang ditanamkan berkembang dan memberikan return besar. Paling tidak butuh 1 tahun untuk melihat bagaimana uang kamu berkembang dan tumbuh di saham.

Moment yang akan menguras pikiran anda saat investasi saham adalah ketika harga saham turun dan melihat nilai uang di saham tergerus cepat. Pergerakkan harga di saham bisa berfluktuasi 1% sd 2% per hari jika pasar fluktuatif. Dalam situasi tersebut, nyali investasi kamu benar-benar diuji, apakah bertahan atau menyerah. Saat harga saham turun, sebenarnya itu adalah saat yang tepat untuk membelinya, dengan syarat:

  • Kamu punya rentang investasi jangka panjang, yang tidak masalah harga saham sangat berfluktuasi dalam jangka pendek.
  • Kamu tau saham yang bagus yang memang kuat secara keuangan dan fundamental, sehingga bagaimanapun krisis menerpa, perusahaan tetap memberikan kinerja bagus dan terus tumbuh.

Cari info valid dan ikut RUPS

Dalam investasi saham, kamu harus benar-benar mempelajari perusahaan dimana kamu menempatkan modal. Pengelola Bursa Efek Indonesia, yaitu PT Bursa Efek Indonesia, membuka akses informasi perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa secara gratis kepada publik. Informasi ini datang dari perusahaan, bukan rumor dan bukan hasil analisis, tetapi informasi resmi yang dirilis oleh perusahaan. Dalam belajar investasi saham, ada beberapa informasi, yang sangat penting untuk melakukan analisa saham, yaitu:

  • Laporan Keuangan: wajib disampaikan setiap kuartal, tengah tahun dan akhir tahun soal kondisi keuangan perusahaan. Penting sekali untuk mengevaluasi kinerja perusahaan
  • Laporan Tahunan: wajib disampaikan setiap akhir tahun berisi kajian komprehensif soal prospek, bisnis, keuangan dan manajemen perusahaan.
  • Corporate Action: laporan terkait corporate action perusahaan yang mempengaruhi harga saham
  • Publik Expose: setahun sekali perusahaan wajib menyampaikan presentasi ke masyarakat soal perkembangan kinerja perusahaan.

Proses pembukaan rekening saham online di broker adalah:

  • Mengisi Formulir pembukaan rekening saham perusahaan sekuritas
  • Mengisi formulir pembukaan Rekening Dana Nsabah di Bank
  • Menyiapkan Identitas KTP
  • Menyiapkan NPWP
  • Print dokumen, tanda tangan formulir pendaftaran, & kurir dokumen ke kantor Sekuritas

Cara investasi saham tersebut sangat mudah terutama untuk pemula, namun tentunya kamu harus melakukan diversifikasi investasi, jangan semua modal kamu tempatkan di saham. Dengan diversifikasi, jika terjadi krisis di pasar saham, kamu masih bisa bertahan dan tidak panik  karena memiliki simpanan di instrumen investasi lain yang aman dari krisis. Esensi diversifikasi adalah penempatan dana dibagi ke investasi yang return tinggi resiko tinggi serta investasi yang return rendah resiko rendah.

Baca juga: Tips Beli Rumah dengan KPR untuk Milenial

Close Menu