4 Rahasia Dalam Mengatur dan Merencanakan Keuangan Keluarga

cara mengatur keuangan keluarga

Saat masih berstatus “single” kamu mungkin bisa hidup bebas, impulsive, menghabiskan uang tanpa berpikir tentang hari esok. Tapi lain cerita ketika kamu sudah menikah dan memiliki keluarga. Sebisa mungkin keuangan keluarga harus direncanakan dengan matang. Kalau tidak, gaji bulanan bisa hanya numpang lewat, tanpa tersisa. Cara mengatur keuangan keluarga memang gampang-gampang-sulit karena harus menyatukan keinginan dan kebutuhan semua anggota keluarga. Contohnya, istri ingin belanja perabot rumah tangga baru, suami ingin beli sepeda, sementara uang sekolah anak harus dibayar. Jadi, mana yang harus diprioritaskan? Bagaimana agar semuanya bisa tercapai? Beberapa pertanyaan ini sering muncul ketika menghadapi situasi seperti contoh di atas. Tentunya setiap masalah yang ada memiliki solusi. Oleh karena itu, perencanaan keuangan keluarga penting untuk dilakukan agar keuangan keluarga terkendali.

Mengelola Keuangan Keluarga Dimulai Dengan Cara Ini:

1. Membuat Budgeting

Budgeting Keuangan

Langkah awal dalam perencanaan keuangan keluarga adalah menjumlah seluruh pendapatan yang diperoleh suami istri, mulai dari gaji bulanan, penghasilan tambahan, ataupun pendapatan pasif. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa besar dana yang dapat dialokasikan untuk masing-masing kebutuhan. Setelah mengkalkulasi pendapatan, buatkan rencana dalam mengelola keuangan keluarga, berapa alokasi untuk kebutuhan primer, cicilan, gaya hidup, dana darurat, tabungan, dan berbagai kebutuhan lainnya. 

Lalu, berapa budgeting yang ideal? Sebenarnya tidak ada nilai yang pasti untuk mengatur budgeting dalam rumah tangga. Setiap keluarga memiliki kebutuhan dan prioritas yang berbeda, sehingga cara mengatur keuangan keluarga juga berbeda-beda. Salah satu yang perlu diingat adalah alokasi cicilan atau hutang per bulan maksimal 30% dari pendapatan, jangan sampai melebihi batas ini agar alokasi untuk kebutuhan lain terpenuhi.

2. Mengumpulkan Dana Darurat

Dana Darurat

Saat pandemik ini, dana darurat menjadi ramai dibicarakan. Dana darurat merupakan dana cadangan yang bisa digunakan saat benar-benar dalam keadaan darurat. Pengadaan dana cadangan penting dalam mengelola keuangan keluarga untuk mengatasi berbagai kondisi, seperti tiba-tiba atap rumah bocor, kehilangan gadget, atau terjadi PHK sepihak. Untuk menyimpan dana ini tidak harus dalam bentuk tunai, bisa dalam bentuk instrumen keuangan yang memiliki likuiditas tinggi atau mudah dicairkan saat dibutuhkan. Akan sangat tepat jika memisahkan dana ini dalam rekening khusus agar tidak tercampur dengan dana lainnya di dalam keuangan.

Idealnya dana darurat yang dimiliki untuk:

  • Single dengan tidak memiliki tanggungan: 6x pengeluaran bulana
  • Menikah tanpa anak: 9x pengeluaran bulanan
  • Menikah memiliki anak: 12x pengeluaran bulanan

Baca juga: Seberapa Darurat Dana Darurat? Berapa Jumlah yang Dibutuhkan?

3. Memiliki Proteksi atau Asuransi 

Asuransi dan Proteksi

Asuransi yang penting untuk dimiliki keluarga adalah: asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Ada banyak alasan mengapa memiliki asuransi itu penting, yang pertama adalah untuk mengurangi resiko keuangan. Saat membeli asuransi, kamu tidak perlu khawatir lagi jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan. Misal, kecelakaan yang membutuhkan biaya pengobatan besar. Dengan asuransi, biaya tersebut akan dicover dari premi yang kita bayarkan setiap bulan. Jadi keuangan keluarga lebih stabil.

Untuk pencari nafkah, penting untuk memiliki asuransi jiwa. Ini untuk melindungi keluarga jika suatu saat kamu harus meninggalkan mereka untuk selamanya. Asuransi jiwa dapat memberikan uang pertanggungan dimana ahli waris atau keluarga yang ditinggalkan bisa memanfaatkannya untuk melanjutkan hidup, seperti melunasi hutang atau biaya pendidikan anak, dan lainnya.

4. Investasi 

Mengelola Keuangan Keluarga

Setelah memiliki dana darurat dan proteksi atau asuransi, perencanaan keuangan keluarga selanjutnya yang perlu dimiliki adalah investasi. Tujuan dari investasi ini adalah untuk memperoleh keuntungan di masa akan datang. Ada banyak jenis investasi yang tersedia, mulai dari yang memiliki resiko rendah, sedang, hingga tinggi, serta memberikan keuntungan tinggi ataupun rendah.

Dalam mengelola keuangan keluarga, mengetahui profil resiko sangat dibutuhkan agar kamu tau sejauh mana kamu dapat mengambil resiko. Begitu juga dengan investasi, pelajari investasi yang menurut kamu menarik, ketahui return dan resikonya, serta pastikan kamu nyaman dengan investasi tersebut. Selain itu juga penting untuk diversifikasi investasi, tempatkan investasi di beberapa instrumen untuk berjaga-jaga jika investasi A mengalami kerugian kamu masih memiliki investasi B yang tidak terkena imbas.

Empat cara mengatur keuangan keluarga tersebut merupakan dasar penting agar keuangan tetap stabil dan semua bisa sesuai dengan porsinya. Jadi tidak ada lagi persoalan gaji yang habis di tengah bulan, tidak bisa bayar cicilan, atau harus hutang kesana-kemari saat mengalami musibah. 

Baca juga: Siapa yang Lebih Jago Dalam Mengatur Keuangan? Pria atau Wanita?

Close Menu