Cashless Society di Indonesia, Apakah Hemat Atau Bikin Boros?

Cashless Society

Di akhir tahun 2019 ini, cashless society atau pembayaran non-tunai telah menjadi gaya hidup untuk masyarakat Indonesia. Hampir semua transaksi bisa dilakukan tanpa uang fisik, cukup bermodal uang elektronik berupa kartu atau handphone dengan sistem e-wallet. Sebenarnya aturan tentang uang elektronik telah dibuat oleh Bank Indonesia sejak tahun 2009 lalu. Kemudian untuk mendorong transaksi uang elektronik tersebut, di tahun 2014, Bank Indonesia mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

Adanya gerakan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, lembaga pemerintahan, dan pelaku bisnis untuk menggunakan sarana pembayaran nontunai. Sebagian contoh implementasinya adalah dengan pembayaran bus Transjakarta, KRL, dan pembayaran jalan tol. HIngga memasuki kuarter keempat tahun 2017, gerakan non-tunai semakin digencarkan. Salah satunya dengan membuat aturan pembayaran non-tunai pada semua pintu tol di seluruh Indonesia.

Dengan adanya Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) atau cashless society ini diharapkan dapat mencapai Masyarakat Digital di tahun 2020 melalui program “Go Digital Vision 2020”. Untuk saat ini perkembangan cashless society makin pesat dengan hadirnya e-wallet yang menawarkan kepraktisan dalam setiap transaksi, hanya perlu scan and go. Ditambah lagi persaingan perusahaan e-wallet untuk mendapatkan pengguna aktif dengan memberikan banyak promo menarik. Cashless society memberikan keuntungan untuk banyak pihak, mulai dari pengguna, pelaku bisnis, hingga pemerintah.

Baca juga: Tips Belanja Online Aman Untuk Lindungi Data dari Scammers!

Keuntungan Cashless Society:

Pembayaran non-tunai

  • Lebih aman dan praktis
    Cahless society membuat kamu bisa pergi cukup dengan handhone dan dompet tipis. Tak ada lagi kerepotkan saat tidak ada uang kembalian dari penjual atau harus membawa recehan yang membuat dompet menjadi berat. Dari sisi keamanan juga relatif lebih aman untuk menghindari kehilangan.
  • Memudahkan dalam melihat transaksi
    Saat membayar tunai, besar kemungkinan untuk kamu lupa berapa uang yang telah dikeluarkan. Sedangkan dengan transaksi cashless, semua transaksi memiliki jejak dan mudah untuk dilacak, mulai dari jumlah transaksi, tempat, hingga waktu. Kemudahan sistem tracking ini bisa membantu kamu untuk mengontrol dan merencanakan keuangan.
  • Banyak promo dan diskon
    Banyaknya produk e-wallet di Indonesia membuat persaingan tinggi untuk mendapatkan pengguna aktif. Promo, diskon, dan cashback adalah salah satu trik marketing untuk menarik minat masyarakat menggunakan produk e-wallet tersebut. Kabar baiknya, untuk para pengguna, adanya promo ini jelas membantu menghemat pengeluaran bulanan.
  • Menekan biaya pengelolaan uang rupiah dan cash handling
    Bagi pemerintah, penggunaan instrumen non-tunai akan menekan ongkos pencetakan uang tunai. Berdasarkan situs resmi Bank Indonesia, setiap tahun anggaran sebesar Rp3,5 triliun digelontorkan untuk mencetak uang baru, termasuk menggantikan uang kumal yang dihancurkan.

Namun dari banyaknya kelebihan, tentu saja cashless society memiliki kekurangan. Banyak yang mengeluhkan dengan sistem cashless memjadi lebih boros karena kemudahannya. Ada sebuah penelitian yang mengatakan bahwa manusia cenderung memiliki rasa bersalah ketika mengeluarkan uang fisik dalam membayar sesuatu dibandingkan saat membayar dengan uang elektronik. Selain itu juga adanya promo dari produk e-wallet sering mendorong kita untuk berbelanja barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Untuk mencegahnya, kamu tetap perlu membuat budgeting dalam setiap pengeluaran dan juga rutin mengecek saldo yang masih dimiliki setiap kali melakukan transaksi. Memiliki kesadaran atau awareness bagaimana mengatur keuangan juga wajib dimiliki untuk mengurangi risiko pemborosan.

Baca juga: Dear Fresh Grads, Ini Tips Mengelola Keuangan Agar Tidak Menyesal di Usia 30-an!

Close Menu