Corona Belum Reda, Begini Cara Siapkan Dana Darurat Untuk Pegawai Kantoran

dana darurat untuk pegawai

Dana darurat sebenarnya menjadi elemen keuangan yang wajib dimiliki setiap individu. Tapi sayangnya, banyak yang mengabaikan elemen keuangan ini dan baru sadar pentingnya memiliki dana darurat atau dana cadangan saat terjadi hal-hal darurat. Salah satu contoh nyatanya adalah saat wabah Corona melanda yang mengakibatkan aktivitas ekonomi melambat, bisnis tertunda, hingga pemotongan gaji.

Para pegawai kantoran yang memiliki penghasilan tetap juga sering kali tidak memiliki dana darurat. Banyak yang hidup dari paycheck-to-paycheck akibat tidak memiliki alokasi budgeting setiap bulan. Sebagian besar penghasilannya habis untuk memenuhi gaya hidup dan tuntutan sosial yang tinggi.

Coba cek di sini tanda-tanda gaya hidup tidak sesuai pendapatan yang mengakibatkan tidak memiliki dana darurat:

Dana Darurat Untuk Pegawai

Gaji bulanan selalu bye

Setiap tanggal gajian, bayar tagihan, dan belanja bulanan, langsung cek kapan tanggal gajian bulan depan. Hayo siapa yang begini? Biasanya ini terjadi karena tidak memiliki budgeting bulanan, jadi tidak ada filter saat mengeluarkan uang.

Tabungan menipis setiap bulan

Disarankan setiap bulannya kamu menabung 10-30% dari penghasilan yang bisa dialokasikan untuk tabungan, investasi dan dana darurat. Presentasi ini harus konstan atau kalau bisa meningkat akan lebih baik. Tapi kalo setiap bulan makin menurun, lama-lama tabungan malah terkuras.

Pakai kartu kredit sebagai alat hutang

Sebenarnya belanja menggunakan kartu kredit bukan masalah, malah menguntungkan kalau dipakai dengan bijak. Tapi kalo kartu kredit dimanfaatkan sebagai kartu hutang yang pemikirannya bisa dibayar nanti-nanti, dipastikan kamu akan pusing saat tanggal tagihan.

Memaksa pakai barang branded

Tidak bisa dipungkiri, barang branded bisa menaikkan citra diri di lingkungan pergaulan. Tapi, kalau memakai barang-barang branded tersebut melah “memaksa” kamu untuk berhutang karena kondisi finansial tidak mencukupi, apakah kamu masih memilih jalan ini?

Tak ada kata terlambat untuk mengumpulkan dana darurat. Walaupun saat ini kamu masih work from home dengan nyaman dan menerima gaji utuh, tapi moment ini bisa menjadi titik balik untuk kamu memperbaiki pengelolaan keuangan dan mengumpulkan dana darurat. Apalagi wabah Corona ini masih belum tau kapan akan berakhir dan kamu juga tidak tau apakah perusahaan akan selalu stabil.

Berapa dana darurat ideal yang sebaiknya dimiliki?

  • Single dengan tidak memiliki tanggungan: 6x pengeluaran bulanan
  • Menikah tanpa anak: 9x pengeluaran bulanan
  • Menikah memiliki anak: 12x pengeluaran bulanan

Baca juga: Mencari Pinjaman Uang Tanpa Bunga Mencekik? Ini Solusinya!

Bagaimana cara siapkan dana darurat untuk pegawai kantoran?

Dana Darurat Ideal

1. Ketahui profil risiko

Besarnya dana darurat yang dimiliki sebenarnya bisa disesuaikan dengan potensi risiko yang kamu miliki. Lihatlah beberapa aspek, seperti usia, jenis pekerjaan, status pernikahan, jumlah tanggungan, hingga kepemilikan aset. Semakin tinggi profil risiko, semakin besar dana darurat yang sebaiknya disiapkan.

2. HItung aset dan likuiditas

Kekayaan seseorang bisa diukur dari kekayaan bersih yang dimiliki, dimana didapatkan dari perhitungan total aset dikurangi likuiditas atau hutang. Sebagian aset yang saat ini dimiliki juga bisa dijadikan sebagai dana darurat, untuk kemudian apabila belum cukup bisa dicicil hingga memenuhi nominal yang telah ditentukan.

3. Bikin target pencapaian

Target berapa banyak jumlah dana darurat yang harus dikumpulkan dan waktu pencapaiannya penting untuk ditentukan di awal. Penentuan target yang jelas akan membuat kamu fokus untuk mencapai tujuan.

4. Buat budget, catat pengeluaran, laksanakan!

Saat mengumpulkan dana darurat untuk pegawai kantoran, kamu perlu mengatur pola pengeluaran dengan membuat budgeting bulanan dengan beberapa pos, yaitu kebutuhan primer, kewajiban, sekunder, dan tabungan/investasi/dana darurat. Untuk membuat semua pengeluaran tetap on budget kamu juga perlu untuk mencatat pengeluaran harian.

Fitur budgeting dan expense tracker ini tersedia di aplikasi FINOO, dijamin mudah dan berguna banget!

5. Alokasikan pos gaya hidup sementara untuk dana darurat

Selama #dirumahaja, ada pos-pos keuangan yang bisa dialihkan ke dalam pos dana darurat. Contohnya, uang transport ke kantor, makan siang di restoran, nonton bioskop, perawatan di salon, atau pos pengeluaran lainnya yang biasa dikeluarkan sebelum adanya virus corona.

Dana darurat untuk pegawai kantoran menjadi penolong dalam keadaan darurat yang tidak terprediksi. Sekarang adalah saat yang tepat untuk kamu memikirkan dana darurat karena sedang berada di dalam situasi darurat.

Baca juga: Dear Fresh Grads, Ini Tips Mengelola Keuangan Agar Tidak Menyesal di Usia 30-an!

Close Menu