“Dirumahkan” dan Gaji Dipotong 50% Selama Masa Corona, Apa yang Harus Dilakukan?

Gaji dipotong saat corona

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat merebaknya virus Covid-19 memberi dampak besar terhadap banyak sektor, termasuk ekonomi dan keuangan. Banyak pegawai dirumahkan dan gaji dipotong akibat kegiatan operasional yang terhenti. Bahkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) saat ini belum bisa memutuskan pemberian sanksi terhadap perusahaan yang memangkas gaji karyawan di tengah wabah Corona.

Beberapa sektor industri yang paling terpengaruh Covid-19 adalah:

Dampak Covid-19 terhadap ekonomi

1. Industri Pariwisata

Menjadi industri yang terdampak cukup tinggi karena banyaknya negara yang memberlakukan lockdown atau pembatasan sosial. Secara spesifik, menurut Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) anjloknya okupansi mencapai 40%.

2. Industri Penerbangan

Akibat pandemi global ini, banyak maskapai penerbangan terpaksa mengurangi penerbangan internasional bahkan menutup beberapa rute untuk mencegah penyebaran Covid-19. Potensi kerugian mencapai Rp 40 miliar per bulan hanya dari penerbangan rute Bali-Tiongkok, dimana ada 38 rute Bali-Tiongkok per hari dengan estimasi 6800 penumpang.

3. Industri Perdagangan dan Logistik

Banyak pengusaha yang mengandalkan barang baku impor dari negara lain. Maka dengan adanya pengurangan aktivitas di jalur perdagangan luar negeri membuat cost logistik membengkak.

4. UMKM

Omzet UMKM mulai turun sejak Februari tahun ini, kemudian memasuki bulan Maret, ada sejumlah UMKM yang tidak mendapatkan pemasukan sama sekali. Hingga harus melakukan pemecatan terhadap karyawannya akibat perputaran bisnis yang melambat akibat Covid-19.

Selain industri tersebut, sebenanya hampir semua sektor industri pengalami penurunan pendapatan akibat Covid-19. Pemotongan gaji karyawan diberlakukan sementara, mengikuti himbauan kerja dari rumah atau work from home (WFH) dari pemerintah. Pemotongan gaji pun nilainya beragam, tergantung kebijakan masih-masing perusahaan. Ada yang hanya memberikan gaji pokok, memotong uang makan dan insentif, hingga memotong 50% gaji.

Baca juga: Anti Panik! Ini 4 Tips Keuangan Saat Hadapi Wabah COVID-19

Bagaimana atur keuangan jika gaji dipotong 50%?

Atur keuangan saat gaji dipotong

1. Tetap tenang dan buat rencana

Saat panik, kamu tidak akan bisa berpikir jernih dan membuat keputusan yang baik. Tenangkan pikiran, terima kenyataan, dan fokus untuk mencari solusi. Mulai buat rencana keuangan dengan matang hingga 3 bulan ke depan. Jika beranggapan bulan ini kamu hanya terima gaji dipotong 50% dan bulan depan tanpa gaji sama sekali, coba hitung berapa uang yang dimiliki saat ini dan buat budgeting secara detail. Potong pengeluaran-pengeluaran tidak penting, fokus untuk kebutuhan primer dan kesehatan.

Contoh budgeting bulanan di masa Covid-19:

Kebutuhan

Budget

Primer (Tempat Tinggal, Cicilan, Tagihan, Makan, Kesehatan, dll)

60%
Saving (Tabungan, Dana Darurat, Investasi, dll)

20%

Kebaikan (Zakat, Sedekah, Donasi, dll)

20%

Untuk kemudahan membuat budgeting bulanan, kamu bisa coba pakai aplikasi FINOO. Klik di sini untuk download!

2. Turunkan pengeluaran atau naikkan pendapatan

Pendapatan yang menurun dan ketidakpastian keadaan, terpaksa harus membuat kamu hemat, hemat, dan hemat! Pangkas beberapa pengeluaran tidak penting, seperti layanan berlangganan film atau musik, pertimbangkan untuk memasak daripada memesan delivery food, skip belanja online barang-barang yang tidak fungsional, dan lainnya. Kalau memang setelah mengurangi pengeluaran masih belum cukup, saatnya untuk kamu memulai usaha rumahan. Usaha rumahan apa yang bisa dijalankan? Go to next tips!

3. Ambil momentum untuk jualan barang-barang yang sedang dibutuhkan

Beberapa ide usaha saat #dirumahaja: Catering makanan rumahan, jamu empon-empon, frozen food, DIY antiseptik dan disinfektan, atau masker kain.

4. Jual barang-barang preloved

Menata ulang barang-barang di rumah dan menemukan barang barang yang masih bagus dan jarang dipakai? Kamu bisa menjualnya kembali untuk mendapat uang tambahan. Manfaatkan Instagram atau aplikasi jual barang bekas untuk menjualnya.

5. Daftar program Kartu Pra Kerja

Kartu Prakerja merupakan program bantuan biaya pelatihan dan intensif bagi para pekerja, pencari kerja, pelaku usaha mikro dan kecil yang kehilangan pekerjaan dan/atau mengalami penurunan daya beli akibat pandemi Covid-19.

Cara daftar Kartu Pra Kerja:

  • Syarat utama untuk bisa mendapatkan pendidikan ini adalah warga negara Indonesia berusia minimal 18 tahun dan sedang tidak mengikuti pendidikan formal.
  • Daftarkan akun pribadi di situs prakerja.go.id. Untuk ini kamu harus memasukkan email dan nomor ponsel. Selanjutnya akan dikirimkan kode verifikasi ke email atau nomor ponsel.
  • Login akun dan klik daftar kartu pra kerja dan isi formulir pendaftaran.
  • Akan ada tes kemampuan dasar.
  • Jika dinyatakan lulus maka akan dihubungi dan dapat memilih pelatihan yang ingin diikuti.
  • Peserta yang lulus akan mendapatkan hak untuk diberikan pendidikan dan pelatihan secara offline maupun online, serta akan mendapatkan sertifikat.

Besarnya insentif adalah Rp 3.550.000 per orang dengan rincian:

  • Rp 1.000.000 untuk bantuan pelatihan
  • Rp 600.000 untuk insentif pelatihan selama 4 bulan
  • Rp 150.000 untuk insentif survei pekerjaan yang dilakukan sebanyak 3 kali

Walupun gaji dipotong hingga 50%, Beberapa tips dan informasi di atas dapat kamu terapkan selama masa Covid-19 ini untuk menjaga diri dan keuangan tetap aman!

Close Menu