Financial Planner di Indonesia, Profesi Baru untuk Solusi Keuangan

Financial-Planner

Financial Planner atau perencana keuangan adalah profesi yang kini mulai dikenal di Indonesia. Profesi ini tumbuh seiring dengan naiknya literasi masyarakat untuk mengelola keuangan dengan lebih baik. Saat gaji bertambah besar tapi tabungan malah kosong, berarti ada yang kurang tepat dengan cara pengaturan keuangan. Saat ini banyak orang yang ketika sadar kurang memiliki edukasi dalam mengelola keuangan, malah memilih bersikap sok tau. Kemudian bermodal googling dan berharap mendapat pencerahan dari artikel yang dibaca.

Tapi apakah pada penerapannya sesuai dengan kondisi masing-masing individu? Apakah sesuai kebutuhan? Apakah cocok dengan gaya hidup? Karena itulah financial planner dibutuhkan untuk mengatur keuangan individu sesuai dengan kebutuhan, membantu menentukan investasi yang tepat, hingga persiapan dana pensiun.

Kapan butuh Certified Financial Planner?

  • Saat sudah memiliki income tetap
  • Saat berencana berumah tangga
  • Saat ingin membeli barang dengan harga tinggi
  • Saat ingin berinvestasi dan membutuhkan saran

Bagaimana Financial Planner membantu kamu?

Perencana-Keuangan

1. Menetapkan tujuan klien
Saat pertama kali konsultasi, perencana keuangan akan menanyakan apa tujuan utama keuangan kamu agar dapat diarahkan untuk memiliki keuangan yang lebih baik, aman, dan terkendali. Misalkan tujuan keuangan kamu untuk investasi, Pendidikan anak, mempersipakan dana pensiun, atau saat mengalami kesulitan mengelola gaji.

2. Mengatur dan mengelola keuangan secara tepat
Tujuan utama keuangannya memang harus ditentukan oleh klien, kemudian perencana keuangan akan bertugas untuk memberikan solusi yang tepat dengan secara detail bertanya tentang masalah keuangan, asset, tanggungan, dan hutang yang dimiliki. Lalu menentukan cara mengatur keuangan dengan penghasilan yang ada, kemana harus dialokasikan, bagaimana cara menyesuaikan kondisi keuangan dengan gaya hidup, dan lainnya.

3. Memantau rencana keuangan
Inilah yang membuat kamu harus membuat kontrak dalam jangka waktu tertentu dengan perencana keuangan karena akan ada proses pemantauan yang harus dijalani oleh klien setelah membuat tujuan keuangan. Setiap bulannya perencana keuangan akan memantau atau memonitor bagaimana perkembangan kondisi keuangan kamu, apakah pengeluaran sesuai dengan budget, apakah tabungan dan investasi terkumpul sesuai jumlah yang dianjurkan, dan lainnya.

4. Memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi
Seperti yang telah diketahui, perencana keuangan dapat memberikan solusi untuk semua masalah keuangan. Termasuk saat kamu mengalami kebangkrutan atau memiliki pendapatan besar namun tidak dapat mengelolanya dengan baik, financial planner akan memberikan solusi bagaimana mengatasinya.

Baca juga: Tips Jitu Memilih Asuransi Yang Tepat Untuk Milenial

Berapa tarif jasa Financial Planner?

Banyak yang takut untuk menggunakan jasa perencana keuangan karena mahal. Padahal sebenarnya tarif financial planner adalah berbanding lurus dengan manfaat yang akan kamu dapatkan. Untuk yang berminat untuk menggunakan jasa perencana keuangan, kamu memang harus mencari tahu lebih dulu perihal tarif yang dibanderol dari jasa tersebut.

Beberapa perencana keuangan memberlakukan tarif konsultasi dengan satuan jam, atau menetapkan tarif per bulan, per 3 bulan, atau per 1 tahun. Ada juga lho financial planner yang meminta imbalan berupa persentase dari nilai aset yang mereka kelola. Satu lagi, ada pula financial planner yang imbalannya diberikan dengan cara meminta kamu untuk membeli produk keuangan atau asuransi yang mereka miliki.

Close Menu