Indonesia Naik ‘Status’ Menjadi Negara Maju versi AS, Apa Pengaruhnya?

indonesia-negara-maju

Amerika Serikat menghapus beberapa daftar negara berkembang dan dianggap menjadi negara maju. Ada 127 negara yang dihapuskan dari daftar negara berkembang, termasuk Indonesia. Saat ini Indonesia menjadi negara maju versi AS. Perubahan status ini terkait fasilitas perdagangan dan ekonomi yang berhubungan dengan mitra dagang AS. Sehingga ada konsekuensi yang akan terjadi setelah berubah dari negara berkembang jadi negara maju versi AS.

Dampak Indonesia menjadi negara maju:

Dampak dikeluarkannya Indonesia dan beberapa negara lain dari daftar negara berkembang menjadi negara maju akan membuat negara-negara ini kehilangan segala bentuk kemudahan, potongan bunga, hingga subsidi dari perdagangan antar negara karena dianggap lebih mampu dalam hal ekonomi. Salah satu penyebab utama kenaikan status negara tersebut adalah untuk memudahkan Amerika Serikat dalam menggelar investigasi jika terjadi praktik perdagangan yang dianggap tidak benar.

Banyak juga yang menilai keputusan ini mencerminkan rendahnya kepercayaan Amerika Serikat pada sistem perdagangan multilateral negara-negara mitra dagangnya.

Beberapa faktor pertimbangan Indonesia menjadi negara maju:

Ada berbagai faktor pertimbangan mengapa 127 negara tersebut dihapuskan dari daftar negara berkembang menjadi negara maju menurut Amerika Serikat lewat US Trade Representative (USTR). Diantaranya yaitu ambang batas yang ditetapkan Bank Dunia untuk memisahkan negara-negara ‘berpenghasilan tinggi’ dari negara-negara dengan Pendapatan Nasional Bruto (GNI) per kapita yang lebih rendah.

USTR juga mempertimbangkan apakah negara-negara tersebut memiliki bagian yang signifikan dari perdagangan dunia dan, dengan demikian, harus diperlakukan sebagai tidak memenuhi syarat untuk standar minimal 2% de minimis. Serta pertimbangan faktor-faktor tambahan, seperti keanggotaan Uni Eropa (UE), keanggotaan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), dan keanggotaan G20.

Menyandang status sebagai negara berkembang sebenarnya menguntungkan dari sisi perdagangan. Contohnya, bea masuk barang impor yang lebih rendah dan dalam beberapa perjanjian dagang, negara-negara berkembang sering mendapatkan bantuan teknis dari negara-negara maju. Dampak kebijakan Indonesia menjadi negara maju cenderung tidak menguntungkan untuk perdagangan Indonesia. Padahal selama ini Indonesia telah mengalami surplus dari AS. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Januari 2020 surplus perdagangan Indonesia dengan AS sebesar 1,01 miliar dollar AS.

Baca juga: Bagaimana Cara Mempersiapkan Tabungan Pendidikan Anak?

Close Menu