Fitur Family Wallet Untuk Solusi Mengatur Keuangan Keluarga!

Mengatur Keuangan Keluarga

Seperti generasi lain, milenial juga banyak yang memiliki pengetahuan terbatas tentang perencanaan keuangan keluarga. Terlebih, cara mengatur keuangan keluarga bisa berbeda-beda dan harus disesuaikan dengan profil keuangan masing-masing. Kerumitan dalam mengelola keuangan ini menyebabkan banyak kesalahan yang tidak bisa terhindarkan hingga menyebabkan konflik internal.

Setiap keluarga memiliki pendapatan, gaya hidup, dan kebutuhan yang berbeda-beda. Tapi secara umum, perencanaan keuangan keluarga dimulai dari budgeting tahunan, bulanan, dan mingguan. Berikut adalah beberapa kesalahan dalam mengelola keuangan yang paling umum dan bisa dihindari dengan mencari solusi terbaiknya.

Kesalahan dalam mengatur keuangan keluarga yang sering terjadi

perencanaan keuangan keluarga

1. Tidak pernah membahas tentang finansial dengan detail

#Fakta: 2 dari 5 pasangan saling menyembunyikan kondisi finansial masing-masing

Keterbukaan dan komunikasi adalah kunci untuk memiliki hubungan yang baik antara suami dan istri. Dengan saling terbuka tentunya menghilangkan rasa sungkan dan membuat rasa nyaman. Termasuk dalam hal keuangan, pasangan harus saling mengetahui berapa pendapatan yang diterima dan pengeluaran yang digunakan.

Hal-hal berikut ini penting dibahas bersama dengan pasangan:
– Masing-masing memiliki penghasilan atau gaji berapa?
– Memiliki tabungan berapa sebelum menikah?
– Apakah memiliki hutang?

2. Memiliki tujuan keuangan masing-masing

Biasanya hal ini terjadi karena kurangnya komunikasi tentang keuangan sehingga membuat masing-masing punya tujuan keuangan yang tidak diketahui pasangan. Akibatnya akan terjadi banyak perselisihan saat masing-masing ingin mencapai tujuan keuangannya. Misalkan suami punya prioritas untuk membeli rumah, sedangkan istri ingin memiliki kendaraan pribadi terlebih dahulu.

Tujuan keuangan keluarga juga tidak hanya terbatas untuk membeli suatu barang. Namun juga seperti saat ingin memiliki dana darurat, melunasi hutang, atau rencana pensiun dini yang semuanya harus direncanakan bersama pasangan. Merencanakan keuangan di masa depan perlu dilakukan agar kamu dan pasangan bisa mencapai berbagai kehidupan yang lebih baik.

3. Menyerahkan pengelolaan keuangan keluarga hanya pada satu orang

Mungkin memang di antara suami atau istri ada yang lebih jago mengelola keuangan. Tapi bukan berarti bisa menyerahkan begitu saja kepada pasangan tanpa tau berapa total pemasukan, berapa pengeluaran setiap bulannya, berapa tabungan yang dimiliki, dan lainnya.

Paling umum terjadi di masyarakat adalah suami mencari uang kemudian istri yang mengatur keuangan keluarga. Hal ini sebenarnya tidak salah, tapi alangkah lebih baik untuk keduanya dapat memiliki akses informasi keuangan dan bersama-sama memutuskan bagaimana cara mengelola keuangan.

Baca juga: Seberapa Penting Membuat Hitam-Putih Perjanjian Pra Nikah?

4. Kekerasan finansial terhadap pasangan

Kalau kamu sering mendengar tentang kekerasan fisik atau kekerasan seksual, apakah kamu juga pernah mendengar tentang kekerasan finansial? Kekerasan finansial mirip dengan kekerasan pada umumnya, dimana pola perilaku kasar yang digunakan untuk mengendalikan dan mengintimidasi pasangan dalam hal keuangan.

Contohnya adalah melarang pasangan untuk bekerja namun tidak bisa memenuhi semua kebutuhan keluarga, hanya memberikan uang belanja terbatas kepada pasangan, meminta laporan keuangan secara rinci kepada pasangan dengan cara yang tidak nyaman, dan lainnya. Pelaku kekerasan finansial tidak hanya berasal dari yang bekerja untuk mencari nafkah, dapat juga terjadi pada satu pihak yang memang ingin memanipulasi keuangan keluarga agar bisa digunakan semaunya.

5. Punya dana rahasia

Ada beberapa orang yang mengakui bahwa memiliki tabungan atau dana rahasia yang tidak diketahui oleh pasangan. Kira-kira yang punya dana rahasia mau dipakai untuk apa ya? Kalau tujuan memiliki dana rahasia untuk kebaikan bersama tentunya bisa dimaklumi, misal karena pasangan sangat boros dan sulit disiplin dalam hal keuangan, kemudian pasangannya membuat tabungan sendiri untuk dana darurat.

Komunikasi dan Keterbukaan adalah Kunci

keuangan-keluarga

Apa yang sering kamu bicarakan ketika bersama dengan pasangan? Berapa anak yang ingin dimiliki? Apa yang akan dilakukan untuk masa depan? Apakah kamu juga membicarakan bagaimana mengatur keuangan keluarga? Sebagian besar orang menganggap bahwa membicarakan tentang keuangan adalah hal yang tabu. Padahal keuangan menjadi hal krusial yang harus dibicarakan dan apabila dilewatkan bisa menjadi masalah besar. Hindarilah hal ini terjadi pada rumah tangga dengan membuat komunikasi yang efektif dan terbuka dengan pasangan.

Fitur Family Wallet di Aplikasi FINOO membantu dalam komunikasi keuangan keluarga

Komunikasi yang tidak terbuka sering menjadi masalah awal dalam keuangan keluarga. Oleh karena itu, FINOO menghadirkan fitur terbaru yaitu Family Wallet yang merupakan group keuangan keluarga dimana antar anggota bisa saling mengetahui semua transaksi keuangan yang dilakukan. Tentunya hal ini memudahkan dalam komunikasi keuangan keluarga, tidak ada lagi yang disembunyikan sehingga menjadi konflik. Orangtua dapat mengetahui berapa pengeluaran anak-anaknya dan anak-anak akan merasa memiliki tanggungjawab karena dilibatkan dalam keuangan keluarga. Fitur Family Wallet telah tersedia di versi aplikasi FINOO terbaru. Yuk langsung update aplikasi FINOO di sini!

Baca juga: 8 Pertanyaan yang Membantu Kamu “Rethinking Budget” di Masa Pandemik

Close Menu