Tertarik Untuk Kredit Apartemen? Ini Info Penting Tentang Kredit Kepemilikan Apartemen!

Kredit Apartemen

Gaya hidup di kota besar menuntut mobilitas yang tinggi dan cepat. Jarak tempat tinggal ke kantor, pusat perbelanjaan, atau fasilitas umum lainnya haruslah dekat dan mudah dijangkau. Untuk mendapatkan rumah di pusat kota, apalagi di Jakarta, bukan hal yang murah. Harga rumah di tengah kota dipastikan bisa mencapai milyaran rupiah, alternatif pilihan lainnya adalah memilih apartemen sebagai hunian. Harga apartemen masih lebih rendah dibandingkan harga rumah dengan lokasi yang sama di tengah kota. Selain itu juga fasilitasnya lengkap dengan akses pendukung dan transportasi yang mudah. Hingga akhirnya kredit pemilikan apartemen menjadi pilihan untuk orang-orang yang ingin memiliki tempat tinggal nyaman di tengah kota.

Beberapa kelebihan tinggal di apartemen dibandingkan rumah:

  • Keamanan lebih terjamin
    Salah satu keunggulan apartemen dibandingkan rumah pada umumnya adalah keamanan yang maksimal. Bahkan keamanan ini akan ada penuh selama 24 jam dalam seminggu. Selain itu biasanya dilengkapi dengan CCTV dan security di beberapa titik lokasi.
  • Fasilitas lebih banyak dan memadai
    Biasanya apartemen menawarkan berbagai fasilitas yang memanjakan, mulai dari kolam renang, ruang gym, tempat parkir yang luas, fasilitas laundry, dan lain-lain.
  • Harga apartemen biasanya lebih rendah dari rumah
    Sebenarnya ini tergantung pada kondisi rumah dan apartemen. Namun memang kebanyakan harga apartemen lebih terjangkau dibandingkan dengan rumah tapak.
  • Dekat dengan akomodasi
    Para pengembang memang biasanya mencari lokasi yang dekat dengan areal perkantoran atau lokasi-lokasi yang strategis lainnya. Jika tempat bekerja sudah dekat, biaya transportasi ke kantor juga jauh akan lebih terjangkau.
  • Biaya perawatan yang rendah
    Biaya perawatan apartemen lebih murah dibandingkan dengan rumah. Jika ada masalah, misalnya kamar mandi yang rusak, wastafel yang bocor, kamu bisa menelpon teknisi untuk memperbaikinya dan kerusakan yang terjadi biasanya hanya minor karena fasilitas apartemen selalu dipelihara oleh pengembang.

Untuk membeli apartemen, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu dengan membayar lunas atau kredit pemilikan apartemen (KPA). Layanan Kredit Pemilikan Apartemen bisa digunakan untuk mencicil unit apartemen baru yang sudah ada, yang akan dibangun, atau apartemen second dengan nilai kredit yang bisa kamu ajukan bebas dengan tenor berkisar 15-20 tahun.

Baca juga: Tips Beli Rumah dengan KPR untuk Milenial

Info penting sebelum memutuskan mengambil Kredit Kepemilikan Apartemen:

Kredit Pemilikan Apartemen

1. Nominal Uang Muka Kredit Apartemen
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, nilai apartemen yang ingin kamu cicil tidak diberi batasan. Namun bank tidak akan menanggung penuh dan hanya akan memberikan pinjaman sekitar 70% dari harga taksiran apartemen tersebut yang berarti kamu harus menyiapkan DP sekitar 30% dari total harga apartemen. Nilai ini tidak mutlak, tergantung dengan kebijakan dari bank penyedia.

2. Besar Bunga
Sama halnya seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), ada bunga yang harus kamu bayarkan setiap bulannya saat mengajukan kredit pemilikan apartemen. Rata-rata tiap bank menetapkan bunga sekitar 12% jika jumlah pinjaman diatas Rp 350 juta dan 11,5% jika pinjaman berada di bawah nilai tersebut.

Terdapat 3 jenis perhitungan bunga yang digunakan dalam proses Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) atau jenis properti lain, seperti:

  • Metode flat dimana besar angsuran dan cicilan pokok setiap bulannya dihitung dengan besaran bunga yang sama.
  • Metode Efektif lebih mengedepankan perhitungan bunga yang dilaksanakan pada akhir periode angsuran. Dengan begitu, bunga yang harus dibayarkan dijumlahkan dari saldo kredit setiap bulan dan nilai bunga akan berangsur-angsur mengecil karena nilai pokok yang terus berkurang setiap bulannya.
  • Metode Anuitas menggunakan teknik modifikasi perhitungan suku bunga efektif. Sehingga angsuran setiap bulan yang harus dibayarkan akan tetap sama, namun setiap periodenya komposisi bunga dan pokok angsuran akan terus berubah.

3. Biaya pengajuan
Selain uang muka 20-30%, kamu juga harus menyiapkan biaya-biaya ini jika ingin mengajukan Kredit Pemilikan Apartemen:
Biaya administrasi, Rp 250-Rp 500 ribu
Biaya appraisal (survey), Rp300-Rp750 ribu
Biaya provisi bank, 0,5%-1% dari total pinjaman
Biaya asuransi selama kredit berjalan, 1%-2% dari harga apartemen
Pajak penjual, 5% dari harga apartemen yang disepakati
Pajak BPHTB, 5% dari harga apartemen dikurangi harga NJOPTKP

4. Kelengkapan surat apartemen
Kalau ingin pengajuan KPA yang kamu lakukan diterima bank, perhatikan kelengkapan surat-surat dari apartemen tersebut. Apabila membeli apartemen bekas, pastikan transaksi yang dilakukan tidak di bawah tangan dan tanda bukti pembelian tidak hanya berupa kuitansi. Untuk yang membeli dari developer, cek kelengkapan surat-surat seperti IMB induk, izin peruntukan, SHGB atau HGB dari pihak penjual.

5. Persyaratan Kredit Pemilikan Apartemen
KPA mengharuskan untuk menyiapkan persyaratan saat pengajuan dilakukan. Walaupun setiap bank memiliki persyaratan dan kebijakannya masing-masing, beberapa persyaratan umum ini yang sering diminta oleh bank di Indonesia.

Pegawai atau Karyawan
Fotokopi Kartu Keluarga (C1) dan Surat Nikah
Fotokopi KTP (suami/istri)
Fotokopi NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
Pas foto suami/istri ukuran 3×4 cm
Fotokopi buku tabungan/rekening koran 3 bulan terakhir
Slip gaji (asli, dengan stempel kantor/perusahaan)
Surat keterangan yang dikeluarkan oleh lurah setempat.
Surat keterangan penghasilan (jika diperlukan)
Surat keterangan belum punya rumah (untuk ukuran apartemen bersubsidi)
Fotokopi SK terakhir/surat keterangan kerja asli

Profesional atau Wiraswasta
Fotokopi KTP (suami/istri)
Fotokopi NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
Fotokopi Kartu Keluarga (C1) dan Surat Nikah
Fotokopi Izin Praktik atau Akta
Fotokopi SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)
Laporan keuangan
Fotokopi buku tabungan atau rekening koran selama 3 bulan
Slip gaji (asli, dengan stempel kantor/perusahaan)
Surat keterangan belum punya rumah (untuk apartemen bersubsidi) yang dikeluarkan oleh lurah setempat

Persyaratan Tambahan
Tidak tercatat dalam daftar hitam (blacklist) Bank Indonesia
Riwayat kreditnya tidak pernah bermasalah
Calon debitur memiliki tabungan atau rekening koran di bank yang dipilih (untuk mempermudah pihak bank menggali data keuangan calon nasabah)
Calon debitur yang transaksi masuk dan keluar uangnya menggunakan bank yang dipilih
Calon debitur memiliki sifat yang sangat kooperatif
Calon debitur masih berusia muda dan penghasilannya terus naik seiring berjalannya waktu

Proses pengajuan kredit apartemen sebenarnya tidak memakan waktu lama jika persyaratan utama dan tambahan telah terpenuhi. Jadi, untuk kamu yang ingin memiliki hunian di pusat kota, dekat dengan kantor dan fasilitas umum lainnya, pengajuan Kredit Pemilikan Rumah menjadi solusi tepat.

Baca juga: Berencana Beli Mobil Untuk Pertama Kali, Pertimbangkan Beberapa Hal Ini Dulu Yuk!

Close Menu