Sebelum Pinjam, Kenal Lebih Dalam Tentang Kredit Tanpa Agunan. Biar Nggak Kelilit Hutang!

Kelebihan dan Kekurangan KTA

Di saat ekonomi sedang sulit seperti ini dan kebutuhan hidup harus tetap berjalan, ada banyak solusi untuk tetap memenuhi kebutuhan hidup. Mulai dari menghemat pengeluaran, mencari pemasukan tambahan, hingga yang terakhir adalah mencari pinjaman. Opsi ini tentunya diperlukan ketika kamu sangat membutuhkan dana untuk hal yang sangat penting atau ketika ingin memulai usaha dan membutuhkan modal. Ada banyak opsi untuk melakukan pinjaman, mulai dari pinjaman online, kredit dengan agunan, dan kredit tanpa agunan atau KTA. Sebenarnya, KTA adalah salah satu produk unggulan dari bank untuk memfasilitasi nasabah dalam hal kredit bank. Kemudahan dalam produk ini adalah tidak diperlukannya jaminan untuk mendapatkan kredit.

Produk ini awalnya dikenalkan oleh Standard Chartered PLC, sebuah lembaga perbankan bank multinasional asal Inggris. Pada perkembangan selanjutnya, KTA diadopsi banyak lembaga perbankan di Indonesia. KTA atau Personal Loan (PL) menarik minat nasabah, mulai dari untuk kebutuhan konsumsi hingga pengembangan usaha. Tertarik untuk mengambil kredit ini? Eits, simak dulu yuk beberapa kelebihan dan kekurangan dari KTA, biar kamu nggak sampai terlilit hutang!

Kelebihan dan Kekurangan Kredit Tanpa Agunan (KTA) adalah

KTA adalah

Kelebihan Kredit Tanpa Agunan (KTA)

1. Tidak membutuhkan jaminan
KTA adalah kredit tanpa agunan, dimana prinsipnya pihak bank berusaha untuk menanamkan kepercayaan kepada nasabah untuk mengelola dana pinjaman dengan baik. Nasabah bisa menggunakan dana ini untuk modal kerja atau yang lainnya dengan berbagai macam kemudahan di dalamnya. Adanya produk KTA ini memungkinkan nasabah agar tetap bisa memanfaatkan barang-barang atau aset untuk keperluan lain.

2. Lebih fleksibel untuk berbagai macam tujuan
Keunggulan lainnya dari KTA adalah fleksibilitas tujuan penggunaan kredit. Nasabah diberi kebebasan dalam menggunakan dana kredit untuk keperluan apapun, bahkan untuk keperluan konsumtif. Tentunya hal ini cukup berbahaya, jika peminjam tidak bisa mengontrol dan membayar cicilan. Jadi, sangat disarankan untuk menggunakan kredit ini untuk hal-hal yang bisa menghasilkan uang agar tidak menimbulkan masalah kredit macet.

3. Proses pengajuan cukup cepat dan mudah
Pengajuan kredit KTA dikenal memiliki prosedur yang sangat mudah dan cepat. Berbeda dengan pengajuan konvensional atau kredit dengan jaminan, yang mengharuskan adanya survei, evaluasi aset jaminan, dan lainnya. Bahkan, saat ini sudah ada lembaga perbankan yang sudah menyediakan fasilitas online untuk pengisian formulir pengajuan KTA sehingga mempersingkat waktu dalam proses pengajuan.

Baca juga: Tertarik Untuk Kredit Apartemen? Ini Info Penting Tentang Kredit Kepemilikan Apartemen!

Kekurangan Kredit Tanpa Agunan (KTA)

1. Suku bunga yang relatif tinggi
Selain memiliki kelebihan, kredit KTA juga memiliki kekurangan. Salah satu kekurangan KTA adalah suku bunga yang ditawarkan cukup tinggi. Anggap saja ini merupakan konsekuensi dari pengganti agunan atau jaminan. Suku bunga yang ditawarkan biasanya bersifat flat atau tetap mulai dari awal sampai akhir pelunasan. Mengenai besaran suku bunga, setiap bank memiliki kebijakan yang berbeda-beda. Namun, biasanya suku bunga bisa mencapai 2,5%.

Perlu diingat, walaupun tanpa jaminan, kamu harus tertib dalam membayar cicilan kredit sesuai waktu yang telah ditentukan. Walaupun jika terjadi kredit macet pihak bank tidak memiliki wewenang untuk menyita aset yang dimiliki nasabah, akan tetapi, bank akan melaporkan nasabah yang bermasalah kepada Bank Indonesia (BI). Selanjutnya, BI akan memproses dan mengevaluasi. Jika terbukti adanya kredit macet yang sudah agak parah, nasabah tersebut akan dimasukkan dalam daftar negatif.

2. Plafon dan tenor yang terbatas
Plafon atau jumlah uang yang dipinjamkan biasanya tidak lebih dari Rp 300 juta. Dengan plafon yang tidak begitu banyak, tenor atau waktu pelunasan biasanya relatif lebih pendek, yaitu mulai dari satu hingga lima tahun sesuai dengan jumlah pinjaman.

3. Pinjaman didasarkan pada status profesi dan penghasilan
Poin terpenting untuk mengajukan KTA adalah status kepegawaian untuk menjamin kelancaran pembayaran cicilan. Bank akan lebih memprioritaskan pinjaman kepada pegawai tetap, profesional, dan pengusaha yang memiliki penghasilan tetap setiap bulannya. Pihak bank hanya memberikan persetujuan untuk orang yang mempunyai penghasilan tetap minimal Rp 2 juta setiap bulannya.

Jika dalam keadaan terbaksan dan membutuhkan pinjaman, tapi tidak ingin memberikan jaminan, KTA adalah salah satu opsi yang bisa dipertimbangan. Namun, selain kelebihan karena proses yang cepat dan tanpa agunan, kamu juga harus memperhatikan suku bunga tinggi yang dibebankan kepada nasabah. Jadi, pastikan untuk mempertimbangkan dengan matang sebelum memutuskan mengambil pinjaman KTA.

Baca juga: Mencari Pinjaman Uang Tanpa Bunga Mencekik? Ini Solusinya!

Close Menu