Mudik Lebaran Dilarang, Bagaimana Nasib yang Sudah Beli Tiket?

Mudik Lebaran

Setelah sebelumnya pemerintah hanya memberikan himbauan untuk tidak mudik, saat ini himbauan tersebut berubah menjadi larangan mudik lebaran. Kebijakan ini efektif diberlakukan tanggal 24 April besok, secara bertahap, bertingkat, dan berkelanjutan. Sementara penerapan sanksi bagi pelanggar larangan mudik baru akan berlaku mulai 7 Mei 2020.

Kebijakan pelarangan mudik diambil berdasarkan survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Terdapat 68% warga yang menyatakan tidak akan mudik, 24% tetap mudik, dan yang sudah mudik 7%. Dari survey ini, pemerintah menilai masih ada angka yang sangat besar, yaitu 24% yang akan tetap mudik. Sehingga akhirnya ditetapkan larangan mudik untuk mencegah penyebaran virus corona yang meluas.

Larangan mudik lebaran berlaku, bagaimana prosedur refund tiket?

Larangan-mudik-lebaran

Bagi yang sudah terlanjur membeli tiket pesawat, bus, kereta, atau kapal ada pilihan untuk melakukan pengembalian dana (refund) atau perubahan jadwal perjalanan dari sekarang. Tapi, tentunya perlu dipahami bahwa tidak semua refund dikembalikan dalam bentuk uang tunai. Ada beberapa perusahaan transportasi yang memberikan refund dalam bentuk voucher tiket untuk digunakan di perjalanan berikutnya.

Refund tiket pesawat

Larangan mudik lebaran membuat Garuda Indonesia memberi kebijakan fleksibel terkait mekanisme perubahan jadwal penerbangan (reschedule) dan perubahan rute penerbangan (reroute) untuk semua penerbangan domestik dan internasional. Jadi, kamu bisa memilih antara melakukan reschedule atau reroute penerbanganmu.  Kebijakan ini hanya berlaku satu kali saja dan tanpa dikenakan biaya rebooking atau penjadwalan ulang.

Sedangkan Lion Air Group memberikan fasilitas refund berbentuk voucher, senilai 100% sesuai tarif tiket tersebut. Voucher ini dapat digunakan untuk kemudian hari ketika penumpang akan bepergian menggunakan maskapai Lion Air Group.

Baca juga: Batal Mudik, Uangnya Sebaiknya Digunakan Untuk Apa?

Refund tiket kereta api

Refund-tiket

Proses refund tiket kereta api dapat dilakukan melalui aplikasi maupun datang langsung ke loket stasiun. Untuk melalui aplikasi, pembatalan dapat dilakukan hingga maksimal tiga jam sebelum jadwal keberangkatan. Kemudian uang akan ditransfer paling lambat 45 hari kemudian. Sedangkan untuk refund secara langsung dapat dilakukan di beberapa stasiun berikut ini setiap hari mulai pukul 08.00 sampai 16.00:

  • Stasiun Gambir
  • Stasiun Jakarta Kota
  • Stasiun Pasar Senen
  • Stasiun Bekasi
  • Stasiun Bogor Paledang
  • Stasiun Serang
  • Stasiun Rangkasbitung
  • Stasiun Cikampek

Berikut tata cara pengembalian tiket:

  • Mengambil nomor antrean
  • Mengisi formulir pembatalan tiket
  • Membawa KTP
  • Membawa fotokopi KTP

Refund tiket kapal

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mengikuti kebijakan pemerintah terkait pelarangan mudik dengan memberikan fasilitas refund. Tiket kapal Pelni yang telah dibeli dapat dibatalkan dan akan mendapatkan refund dengan persyaratan sebagai berikut:

  • Pembatalan tiket dapat dilakukan di kantor cabang resmi PELNI (bukan partner penjualan tiket).
  • Pembatalan tiket PELNI maksimal 2 jam sebelum berangkat, dengan nominal 50% dari tarif dasar dan mendapatkan cash langsung di kantor cabang resmi PELNI.
  • Pada waktu pembatalan tiket diwajibkan membawa KTP asli dengan menunjukkan bukti bayar/tiket ke kantor cabang resmi PELNI.

Larangan mudik lebaran ini diberlakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluar. Untuk kamu yang ingin melakukan refund tiket sebaiknya dilakukan sedini mungkin, sebelum nilai tiket berkurang atau hangus akibat melakukan refund atau perubahan jadwal terlalu mepet dengan waktu keberangkatan.

 

Baca juga: Anti Panik! Ini 4 Tips Keuangan Saat Hadapi Wabah COVID-19

Close Menu