Pentingnya Mengatur Cash Flow Agar Gaji Tidak Cepat ‘Go’

Cash-Flow

Pengetahuan tentang finansial sebenarnya wajib dimiliki setiap orang agar bisa mengatur keuangannya dengan baik. Salah satu elemen finansial yang harus diperhatikan adalah cash flow. Kemudian timbul pertanyaan, apa itu cash flow? Cash flow adalah arus kas, sederhananya berapa uang masuk (cash in) dan berapa uang keluar (cash out). Lalu, kenapa cash flow penting dalam mengatur keuangan? Cashflow merupakan dasar utama dalam mengatur keuangan agar terkendali.

Elemen dalam Cash Flow

Terdapat 2 elemen dalam mengatur cash flow yang penting untuk diketahui, yaitu penghasilan dan pengeluaran. Penghasilan sendiri dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Penghasilan Aktif
    Berupa penghasilan yang didapatkan dari hasil bekerja. Contoh: gaji, bonus, tunjangan, komisi dan lainnya.
  • Penghasilan Hasil Investasi
    Penghasilan ini didapatkankan dari uang yang bekerja sendiri untuk menghasilkan pemasukan. Contoh: penghasilan dari bunga deposito, keuntungan penjualan saham, dividen saham, return reksadana, dan lainnya.
  • Penghasilan Pasif
    Berupa penghasilan yang didapatkan dari asset. Contoh: penghasilan dari uang sewa rumah, royalti, penghasilan dari iklan di website, dan lainnya.

Untuk pengeluaran, secara umum dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Pengeluaran produktif
    Pengeluaran yang bertujuan untuk membeli asset. Contoh: cicilan rumah, cicilan hutang untuk bisnis, dll.
  • Pengeluaran konsumtif
    Pengeluaran yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ataupun keinginan. Contoh: belanja kebutuhan rumah tangga, belanja gadget, dll

Menariknya, banyak orang yang sudah memiliki kesadaran pentingnya perencanaan keuangan tapi tidak mencatat pengeluaran secara rinci, bahkan tidak mencatatnya sama sekali sehingga sulit mengatur cash flow. Pengeluaran kecil sering dianggap receh dan tidak penting. Padahal pengeluaran kecil ini yang seringkali mengambil sebagian besar pendapatan dan mengacaukan cash flow. Hingga berakibat “Kemana aja ya uang saya? Kok tinggal segini.”

Revolusi pertama yang harus dilakukan adalah membenahi cash flow. Ada 5 jenis cash flow yang terjadi pada setiap pribadi:

  1. Cash In lebih besar dari Cash Out
  2. Cash In sama dengan Cash Out
  3. Cash In lebih kecil dari Cash Out
  4. Tidak ada Cash In, hanya Cash Out
  5. Tidak ada Cash In, tidak ada Cash Out

Contoh cash flow pribadi yang baik agar memiliki keuangan sehat adalah memastikan Cash In lebih besar dari Cash Out, atau pendapatan lebih besar daripada pengeluaran. Jangan sampai terbaik ya!

Cara Mengatur Cash Flow untuk individu:

Cash-Flow-adalah

1. Pahami besaran gaji atau pendapatan

Besar kecilnya nominal gaji atau pendapatan sebenarnya tergantung persepsi dari masing-masing individu. Dengan memahami besarnya pendapatan yang dimiliki maka kamu bisa mengatur cash flow individu dan membuat prioritas kebutuhan.

2. Kalkulasi pengeluaran

Setiap hari, pastinya ada saja uang yang harus dikeluarkan, sesederhana biaya makan, transportasi, parkir, dan lainnya. Maka dari itu perlu untuk kamu mencatat keuangan harian dan mengkalkulasikannya agar mengatur cash flow menjadi lebih mudah.

3. Berubah untuk lebih hemat

Tidak ada salahnya untuk mengurangi pengeluaran demi kesehatan finansial cash flow individu yang baik. Bukan berarti kamu tidak boleh bersenang-senang sama sekali ya, namun diharapkan kamu bisa lebih bijak dalam memperhitungkan pengeluaran.

4. Membeli barang karena “Butuh” bukan karena “Ingin”

Kebutuhan sifatnya berarti mendesak dan harus terpenuhi, sedangkan keinginan sifatnya masih bisa ditunda dan seringkali hanya karena impulsif semata. Jadi sebelum membeli barang, pastikan kamu benar-benar membutuhkannya ya.

Kira-kira bagaimana keadaan keuangan kamu saat ini? Apakah pengeluaran dan pendapatan sudah sesuai? Ayo mulai mengatur cash flow agar keuangan kamu lebih terkendali!

Baca juga: Begini Cara Siapkan Dana Darurat Untuk Pegawai Kantoran

Close Menu