Strategi Untuk Freelancer Tetap Survive di Tengah Pandemik Covid-19

Cara atur keuangan freelancer

Pekerjaan sebagai freelancer atau pekerja lepas saat ini lebih diminati oleh para milenial dan gen Z.  Beberapa alasannya, seperti jam kerja yang fleksibel, bebas aturan, dan penghasilannya bisa lebih besar daripada kerja kantoran. Tapi pendapatan yang besar ini tentunya bersifat tidak pasti, karena pendapatan freelancer bergantung pada project yang didapatkan. Jadi pastikan kamu bisa mengatur keuangan freelancer ya!

Saat ini, ketika pandemik Covid-19 menyelimuti dunia, banyak bisnis ditutup, pasar saham jatuh bebas, orang-orang diberhentikan dari pekerjaannya, dan banyak freelancer yang telah kehilangan klien. Tidak ada yang bisa memprediksi berapa lama virus ini akan berakhir, tapi daripada terus meratapi penghasilan yang berkurang dan klien yang hilang, sekarang saatnya untuk kamu membuat strategi bisnis baru.

Berikut adalah 7 tips mengatur keuangan freelancer agar tetap survive di tengah pandemik Corona:

 Mengatur keuangan freelancer

1. Review tools, platform, dan pengeluaran bisnis

Saat situasi seperti ini, mengatur keuangan freelancer dimulai dengan menganalisis semua biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menunjang pekerjaan freelance kamu. Krisis corona ini sangat mungkin berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Mengurangi pengeluaran rutin secara sistematis akan membantu kamu bisa bertahan. Salah satunya adalah dengan melakukan review tools dan platform yang biasa digunakan. Jika dirasa terlalu mahal, untuk sementara kamu bisa mencari alternatif lain kare biaya ini lumayan mengambil sebagian besar dari pengeluaran rutin.

2. Think out of the box

Sekarang saat yang tepat untuk menjadi kreatif dan memanfaatkan keterampilan lain yang kamu miliki. Kalau selama ini kamu adalah freelancer graphic designer, mungkin kamu bisa menawarkan workshop kelas online. Atau kalau kamu seorang freelancer writer, kamu bisa membuka worshop menulis. Cobalah untuk tetap mencari peluang di tengah semua keterbatasan. Ada juga banyak situs online, seperti Udemy yang memberikan wadah untuk kamu menjual keahlian.

3. Mencari klien baru

Beberapa klien kamu mungkin menghentikan sementara bisnisnya, tapi selalu ada pekerjaan di luar sana yang menanti. Mulailah kembali aktif untuk melamar project-project baru yang mungkin lebih menantang dan membuat kamu keluar dari “zona nyaman”. Kamu tidak pernah tahu siapa yang mungkin saat ini mencari seseorang dengan keahlian seperti kamu.

4. Optimalkan ruang kerja

Seperti jutaan orang di seluruh dunia saat ini, kamu mungkin tidak punya pilihan banyak selain #dirumahaja. Kalau selama ini kamu lebih sering bekerja dari kafe atau co-working space, sekarang saat nya membuat space sendiri di rumah yang paling nyaman dan kondusif. Penting untuk tetap mengatur ruang kerja dan waktu kerja agar tetap efektif menghasilkan karya.

Baca juga: Anti Panik! Ini 4 Tips Keuangan Saat Hadapi Wabah COVID-19

5. Lebih fleksibel dan inovatif

Mengatur keuangan freelancer bisa juag dengan melonggarkan sedikit idealisme untuk menjadi lebih realistis. Meski tidak menarik, mungkin perlu mengambil pekerjaan di luar bidang yang kamu geluti selama ini, namun paling bisa menghasilkan pundi-pundi. Kehidupan dan kebiasaan jutaan orang di dunia saat ini tengah berubah, sebagai freelancer, kamu bisa mencoba menganalisis dampak perubahan ini dan menciptakan kebutuhan layanan yang baru.

Misal, saat ini kebutuhan hiburan dan komunikasi online meningkat. Bisnis yang menawarkan layanan jarak jauh sedang menguasai pasar, seperti Zoom, Netflix, dll. Beberapa bisnis mungkin bersifat sementara, namun beberapa lainnya akan terus berkelanjutan. Kamu sangat berpeluang untuk berinovasi dan membuat peluang ini berkembang di masa depan.

6. Investasikan waktu untuk mengembangkan keterampilan

Kehilangan project adalah mimpi buruk, tapi tidak ada yang perlu disesali dan malah akan membuat kamu terpuruk. Salah satu sisi positifnya adalah banyak waktu luang yang kamu miliki. Manfaatkan kesempatan ini untuk upgrade skill dan ilmu baru. Pastinya semakin banyak insight baru, maka nilai jual skill kamu akan lebih tinggi dan bisa menjadi batu loncatan penting dalam perjalanan karir.

7. Bekerja untuk diri sendiri

Ekspektasi kerja sebagai freelancer adalah bebas dari aturan dan bisa bekerja sesuka hati. Tapi untuk kamu yang telah menjalani profesi ini, pastinya mengerti bahwa semua pekerjaan berpaku pada permintaan client yang menjadi boss para freelancer secara tidak langsung. Kini saatnya untuk fokus pada project milik kamu sendiri!

Selalu ada peluang dalam kesulitan

Mungkin kalimat ini terdengar basi, tetapi selalu ada peluang dalam kesulitan. Covid-19 membuat ekonomi global tidak dapat diperkirakan dan membuat banyak bisnis, baik yang besar maupun kecil merugi. Tapi dengan berpikiran positif, tetap produktif, fleksibel, inovatif, dan beradaptasi dengan perubahan permintaan, mengatur keuangan freelancer akan mudah dan kamu dapat tetap memaksimalkan peluang bisnis!

Baca juga: 6 Situs Belajar Online Untuk Upgrade Skill Selama #dirumahaja

Close Menu