Mengatur Keuangan Keluarga, Sebaiknya Rekening Digabung atau Dipisah?

Mengatur Keuangan Keluarga

Setelah menikah, ada banyak hal yang perlu dibahas oleh pasangan muda agar kehidupan rumah tangga berjalan dengan harmonis. Keuangan menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk dibicarakan karena berdasarkan data data dari Kementerian Agama, 24% dari total kasus perceraian di Indonesia disebabkan oleh masalah ekonomi. Cara mengatur keuangan keluarga bisa dilakukan dengan membuat catatan keuangan, budgeting, dan beberapa hal lain seperti berikut ini.

Tips mengatur keuangan keluarga:

Catatan keuangan

1. Tentukan keuangan digabung atau dipisah

Banyak yang berpendapat setelah menikah uang istri adalah uang istri, sedangkan uang suami adalah uang istri. Apakah benar harus seperti itu? Tentu tidak, dalam pembagian keuangan di masing-masing rumah tangga akan berbeda. Setiap pasangan bebas menentukan bagaimana cara mereka mengatur keuangannya, apakah akan digabung atau dipisah.

Penggabungan keuangan tentunya akan menambah aset dan semakin bisa berkembang. Tapi, penggabungan keuangan perlu manajemen yang baik agar hasilnya bisa maksimal. Cara yang perlu dilakukan adalah:

Tetapkan tujuan keuangan bersama
Kebutuhan keluarga memang sangat banyak, tak hanya untuk sehari-hari, tapi juga biaya pendidikan anak dan kebutuhan lainnya. Jadi, pasangan harus sepakat untuk menentukan prioritas utama, khususnya yang terkait dengan aset di masa depan. Contohnya, mana yang lebih didahulukan antara membeli rumah atau kendaraan terlebih dahulu. Setiap pasangan harus mencari kesepakatan baru, bagaimana cara memenuhi prioritas tersebut.

Lakukan pembagian tugas
Penggabungan keuangan keluarga tidak berarti suami dan istri menggabungkan dua akun tabungan menjadi satu. Pembagian tugas bisa menjadi alternatif dengan cara praktis, jadi semua pengeluaran dan pemasukan bisa tercatat dengan lebih rinci. Contohnya, pembagian ini bisa seperti hasil gaji yang lebih besar digunakan untuk menutupi kebutuhan yang besar, sementara untuk penghasilan yang lebih kecil, bisa dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan harian.

2. Buat anggaran keuangan keluarga bersama

Langkah selanjutnya adalah dengan membuat anggaran pengeluaran atau budgeting untuk setiap kebutuhan rumah tangga. Hal ini dibutuhkan untuk menghindari adanya kecurigaan pasangan, jadi pastikan untuk selalu melibatkan pasangan dalam membuat rincian pengeluaran. Buatlah catatan keuangan untuk setiap pos keuangan, mulai dari kebutuhan belanja bulanan, listrik, air, telepon, internet, transportasi, telekomunikasi, tabungan, investasi, hingga asuransi.

3. Buat rekening bersama dan sisihkan dana darurat

Meskipun pada awalnya kamu dan pasangan memutuskan untuk mengatur keuangan masing-masing, namun untuk urusan kebutuhan rumah tangga, disarankan untuk membuka rekening bersama. Tujuan dari hal ini adalah agar mempermudah dalam membuat catatan keuangan dan mengatur keuangan keluarga. Rekening bersama juga bisa dimanfaatkan untuk menyimpan dana darurat keluarga.

Baca juga: Moms, Ini Cara Mengenalkan Konsep Uang Pada Anak

4. Pos investasi

Investasi sangat disarankan untuk dimulai sedini mungkin. Tujuan dari investasi ini untuk kebutuhan di masa akan datang, termasuk untuk dana pensiun. Jadi, untuk para pasangan baru, mulailah mengalokasikan pengeluaran bulanan untuk investasi. Ada banyak jenis investasi yang dipilih, sesuaikan dengan kebutuhan apakah untuk jangka pendek atau jangka panjang, kemudian perhatikan juga profil risiko keuangan keluarga dan risiko dari investasi tersebut.

5. Review pengeluaran secara berkala

Mengatur keuangan keluarga bersifat dinamis sehingga harus selalu disesuaikan dengan keadaan yang sedang dihadapi. Untuk efisiensi pengeluaran, pastikan kamu dan pasangan melakukan review anggaran bulanan secara berkala. Langkah ini dapat digunakan untuk menganalisa kenaikan biaya yang mungkin terjadi setiap bulan atau justru mungkin “bocor halus” keuangan keluarga yang tidak disadari.

Masalah keuangan seringkali memicu konflik dalam rumah tangga karena tidak adanya transparansi antara pasangan. Oleh karena itu, membangun komunikasi dua arah dengan pasangan adalah hal wajib yang harus dilakukan dalam mengatur keuangan keluarga. Berapa banyak yang dialokasikan untuk memberi orang tua masing-masing, berapa banyak yang digunakan untuk hobi, dan berapa banyak yang digunakan untuk kebutuhan hiburan. Tapi, pastinya sebelum mengalokasikan pengeluaran untuk kebutuhan pribadi, pastikan kamu dan pasangan telah menyelesaikan kewajiban bersama terhadap kebutuhan utama rumah.

Baca juga: Fitur Family Wallet Untuk Solusi Mengatur Keuangan Keluarga!

Close Menu