5 Trik Jitu Menghindari Gaya Hidup Konsumtif!

gaya hidup konsumtif

Gaya hidup modern saat ini sering diasumsikan sebagai gaya hidup konsumtif yang hanya menghamburkan uang. Apakah benar seperti ini yang terjadi? Perubahan zaman yang semakin maju dan modern tentunya mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Sebenarnya, gaya hidup modern merupakan kebiasaan atau pola tingkah laku terbaru sehari-hari manusia yang sesuai dengan tuntutan zaman. Seperti hidup dengan lebih menghargai waktu, terbuka terhadap perkembangan dan perubahan teknologi, hingga belajar hal-hal baru. Memang tidak sedikit gaya hidup modern ini ditandai juga dengan gaya hidup konsumtif, mewah, individualis, ataupun semua yang serba instan.

Gaya hidup konsumtif erat dengan hedonisme, yang menurut KBBI adalah suatu pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi merupakan tujuan utama hidup. Seseorang dikategorikan sebagai hedonisme ketika melakukan sebuah aktivitas yang mengarah ke modernisasi dan tentunya menghabiskan banyak uang dan waktu. Bagi sebagian orang, gaya hidup konsumtif dapat memberikan kebahagiaan, kepuasan dan kenikmatan tersendiri yang sebenarnya sifatnya hanya sementara. Tapi tanpa disadari dan dilakukan terus-menerus, gaya hidup ini dapat membuat kesehatan keuangan dan mental kamu kurang baik.

Apa sih ciri-ciri orang yang memiliki gaya hidup konsumtif?

  • Memiliki gengsi tinggi
    Sifat yang satu ini sering menjadi pendorong utama untuk seseorang bersikap konsumtif dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.agar mereka terlihat mampu dimata orang lain, terutama dari segi finansial.
  • Selalu mengikuti trend terbaru
    Kadang bagi sebagian orang, selalu mengikuti trend perkembangan sekitar tentu merupakan hal yang positif, tetapi apabila kamu mengikuti trend dengan berlebihan dan memaksa, maka ini akan menjadi hal yang negatif. Kebiasaan itu juga berkaitan erat dengan FOMO atau Fear of Missing Out.
  • Hidup bermewahan
    Kebiasaan seseorang yang konsumtif dapat diakibatkan dengan adanya keinginan untuk hidup lebih mewah dengan banyak barang dan fasilitas yang dimiliki.
  • Suka dikagumi orang lain
    Banyak orang yang memiliki gaya hidup konsumtif tujuannya untuk mendapat pujian sehingga merasa keadaan dirinya divalidasi oleh orang lain.

Baca juga: Mengenal Fast Fashion dan Sustainable Fashion di Industri Mode

Gaya hidup konsumtif pada seseorang tentunya bisa dicegah dan diubah agar kembali memiliki gaya hidup “sehat” dari segi keuangan maupun mental.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar kamu lebih bisa mengendalikan diri dan menghindari gaya hidup konsumtif:

1. Membuat prioritas kebutuhan

Membuat prioritas kebutuhan

Langkah awal untuk menjauhi gaya hidup hedon adalah dengan menyusun daftar kebutuhan prioritas. Buatlah daftar prioritas tersebut kemudian tanamkan dalam pikiran bahwa kamu harus lebih memprioritaskan hal tersebut daripada lainnya. Jadi ketika timbul hasrat membeli sesuatu di luar kebutuhan, kamu bisa lebih berpikir panjang, apakah barang tersebut masuk daftar prioritas kebutuhan atau hanya keinginan belaka.

2. Menabung dan investasi

Menabung dan investasi

Untuk orang yang memiliki gaya hidup konsumtif, biasanya sangat sulit untuk menabung ataupun investasi karena Sebagian besar penghasilannya dialokasikan untuk memenuhi gaya hidup. Padahal menabung dan investasi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang, seperti biaya pendidikan anak, membayar DP rumah, atau persiapan dana pensiun. Menabung tidak harus dalam jumlah banyak, kamu bisa menyisihkan 10-30% penghasilan per bulan untuk pos keuangan ini.

3. Minimalkan penggunaan kartu kredit

gaya hidup modern

Hal penting yang benar-benar harus kamu ingat adalah kartu kredit merupakan alat pembayaran, bukan alat hutang. Gunakanlah kartu kredit dengan bijak dan manfaatkan promo ataupun diskon yang diberikan oleh bank penyedia kartu kredit agar pengeluaran kamu bisa lebih hemat. Jangan malah terayu untuk membeli barang-barang tidak esensial dengan kartu kredit. Perlu diingat, dalam perencanaan keuangan, maksimal proporsi yang ideal untuk pos hutang maksimal sebesar 30% dari penghasilan setiap bulan. Jika lebih dari itu, keadaan keuangan kamu bisa goyah dan berpotensi mengalami masalah keuangan.

4. Kurangi cuci mata offline ataupun online

Belanja online

Jalan-jalan atau cuci mata kini tidak hanya bisa dilakukan di mall. Semenjak pandemik ini godaan belanja online jauh lebih besar karena tidak butuh effort banyak saat belanja. Tapi justru hal ini bisa memicu gaya hidup hedon, niat awalnya hanya sekedar cuci mata virtual, banyak lho yang berakhir dengan checkout belanjaan. Sebenarnya boleh saja belanja online, asalkan barang tersebut merupakan kebutuhan bukan sekedar iseng dibeli karena lucu atau diskon.

5. Beramal dan bersedekah

Beramal dan Bersedekah

Cara yang satu ini memang terlihat religi, namun tidak kalah ampuh untuk mengubah perilaku konsumtif. Dengan beramal dan bersedekah berarti kamu telah berbagi dengan orang-orang lain yang membutuhkan. Dari segi mental, berbagi dengan orang lain akan memberikan kamu perasaan bahagia dan nyaman sehingga dapat lebih mengendalikan keinginan untuk hidup hedon.

Terlebih di keadaaan ekonomi yang serba tidak pasti ini, ada baiknya kamu mulai membiasakan hidup hemat dan mengatur keuangan secara bijak. Jangan sampai memiliki hutang konsumtif hanya untuk kebutuhan ego. Untuk keluar dari gaya hidup konsumtif memang tidak mudah, dibutuhkan komitmen dan kemauan kuat untuk meninggalkannya.

Baca juga: Siapa yang Lebih Jago Dalam Mengatur Keuangan? Pria atau Wanita?

Close Menu