5 Pelajaran Finansial yang Didapatkan Selama Masa Pandemik

Pelajaran Financial

Sebelum pandemik melanda, mungkin kamu memiliki kehidupan keuangan yang stabil, mengumpulkan uang kemudian menghabiskannya untuk jalan-jalan, belanja barang dengan impulsive, dan kebiasan-kebiasaan lain yang tidak bisa dibilang buruk karena mungkin hal-hal tersebut adalah cara untuk kamu tetap menjadi ‘waras’ di tengah tekanan kerja. Tapi siapa yang menyangka, ketika covid-19 melanda, semua hal berubah drastis. Kamu akan menyadari, mana dana darurat yang seharusnya dimiliki, mana bonus tahunan yang seharusnya ada dalam bentuk uang tapi malah berubah menjadi bentuk barang branded di closet room. Banyak orang yang harus melakukan penyesuaian selama pandemik ini, bukan hanya karena gajinya dipotong atau mengalami PHK, tapi karena kita tidak tau kapan akan berakhir atau kapan kita akan bisa tetap bertahan. Berikut adalah beberapa pelajaran finansial positif yang bisa didapatkan selama masa pandemik:

1. Mulai mengumpulkan dana darurat

Dana darurat

Kalau sebelumnya kamu hanya mengenal kosakata tabungan atau investasi dalam keuangan, belakangan kata-kata dana darurat pasti sering ada di artikel ataupun postingan influencer di Instagram. Banyak orang yang belum tau tentang pentingnya dana darurat. Jadi dana darurat adalah dana yang dikumpulkan untuk mengantisipasi keadaan-keadaan darurat yang mungkin bisa terjadi kapanpun. Kamu bisa saja kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba atau kendaraan rusak di tengah jalan dan membutuhkan servis yang cukup mahal. Semua ini bisa dicover dengan dana darurat yang besarannya bisa disesuaikan dengan profil resiko dan tanggungan yang dimiliki. Kalau dulu, alokasi dana darurat bisa kalah dengan trend baju atau tas terbaru, kini saat covid melanda, banyak orang yang akhirnya sadar tentang pos keuangan ini dan mulai mengumpulkan untuk memiliki dana darurat.  

2. Mulai mencari sumber pendapatan lain

Penghasilan tambahan

Banyak perusahaan yang memotong gaji karyawannya, merumahkan sampai batas waktu yang tidak ditentukan, bahkan melakukan PHK sepihak. Hal ini mengajarkan tentang pentingnya tidak menyimpan semua telur dalam satu keranjang ketika menyangkut pemasukan. Mungkin kamu tidak pernah benar-benar berpikir tentang betapa mudahnya untuk penghasilan kita berkurang bahkan hilang. Jadi, memang penting untuk kita memiliki penghasilan lebih dari 1 sumber sebagai antisipasi jika sumber penghasilan utama terganggu, masih ada sumber penghasilan lain yang bisa mengcover. Selama masa pandemik ini, bisa menjadi batu loncatan untuk kamu menjadikan bisnis sebagai hobi atau mencari pekerjaan freelance yang bisa dikerjakan dari rumah.

3. Memotong pengeluaran tidak penting

Memotong pengeluaran

Pelajaran finansial ketiga yang didapatkan adalah memotong pengeluaran yang tidak penting. Kamu mungkin tidak pernah menyadari berapa banyak pengeluaran yang dihabiskan, padahal tidak benar-benar kamu butuhkan sampai akhirnya datang masa karantina, harus #dirumahaja. Nongkrong di kafe mahal, jalan-jalan impulsif ke mal, staycation di hotel setiap minggu, memesan makanan saat memiliki bahan makanan di dapur, keanggotaan gym yang hanya kamu datangi 1x dalam sebulan, dan lainnya. Dengan hampir semua tempat ditutup, kamu akan mengalami beberapa penyesuaian hingga akhirnya sadar bahwa hal-hal tersebut tidak benar-benar kamu butuhkan dan ada substitusi yang lebih hemat dan bisa menyelamatkan tabungan kamu.

Baca juga: Tips Menghadapi New Normal dari Kesehatan Hingga Keuangan

4. Mengurangi belanja dengan kartu kredit

Penggunaan kartu kredit

Kebiasaan finansial buruk yang mungkin banyak orang lakukan adalah menjadikan kartu kredit sebagai perpanjangan dari penghasilan. Faktanya, 40% dari Millenials memiliki sumber terbesar hutang pribadi dalam bentuk adalah kartu kredit. Sebelum covid-19 mungkin kamu menggunakan kartu kredit untuk pembelian besar yang tidak mampu, kemudian mengubahnya menjadi cicilan. Tentunya saat corona melanda, penghasilan berkurang namun kredit tetap perlu dibayar dan hal ini menyadarkan untuk tidak menggunakan kartu kredit sebagai alat hutang. Jadikanlah kartu kredit sebagai alat bayar layaknya kartu debit.

5. Membangun literasi keuangan

Literasi keuangan

Kalau selama ini saat weekdays kamu sudah sibuk kerja, kemudian weekend menjadi waktu hangout di luar dengan teman atau keluarga, sehingga tidak ada waktu untuk belajar tentang keuangan atau hal-hal lain. Sekarang adalah saat yang tepat untuk menambah skill dalam mengelola dan merencanakan keuangan. Sisihkan beberapa jam setiap minggu untuk membaca, mendengarkan, dan menonton beragam konten tentang keuangan untuk meningkatkan literasi keuangan secara keseluruhan. Setiap minggu coba untuk menerapkan satu perubahan finansial positif baru dalam hidup kamu. Mulailah dengan kebiasaan baru untuk melacak semua pengeluaran, menantang diri untuk tidak memesan makanan di luar selama satu minggu penuh, dan lainnya. 

Pelajaran finansial terbesar yang bisa dipelajari selama masa pandemik adalah bahwa sebanyak apapun uang kamu atau sestabil apapun keuangan kamu, keadaan darurat dapat menyerang kapan saja. Nasihat keuangan yang selama ini seperti dilebih-lebihkan, ternyata memang benar adanya. Perencanaan finansial menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan oleh semua orang, terlepas dari berapapun uang yang dimiliki.

Baca juga: Step by Step Untuk Memulai Bisnis Online Sukses dari Nol

Close Menu