Apakah Pembatasan Sosial Juga Bisa Membatasi Pengeluaran?

Pengeluaran Saat Pembatasan Sosial

Pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus Covid-19 di Indonesia. Pembatasan sosial ini meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan dan pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum. Tentunya selama periode ini kita semua menyesuaikan diri dengan “normal” yang baru, mulai dari cara berinteraksi hingga mengatur keuangan.

Pengelolaan keuangan dan kebiasaan-kebiasaan selama ini sangat berpengaruh dengan keadaan keuangan di masa darurat ini. Ada yang masih bisa hidup tenang karena memiliki dana cadangan yang cukup, ada juga yang mulai khawatir dengan persediaan dana yang menipis. Di masa Covid-19 ini banyak pengeluaran-pengeluaran dadakan yang muncul, seperti:

  • Masker
  • Hand Sanitizer
  • Disinfektan
  • Multivitamin

Selain pengeluaran dadakan tersebut, banyak harga barang yang naik dan tentunya mempengaruhi budgeting yang telah dibuat.

Baca juga: Walaupun #dirumahaja Tetap Bisa Belanja Sayur dan Buah Online Lewat Aplikasi!

Bagaimana caranya membatasi pengeluaran saat pembatasan sosial?

Pengeluaran Saat Pembatasan Sosial

1. Manfaatkan yang dimiliki terlebih dahulu

Konteksnya adalah untuk semua barang, termasuk makanan, pakaian, langganan streaming, atau hal lainnya. Pastikan untuk menggunakan apa yang kamu miliki di rumah sebelum membeli sesuatu yang baru agar pengeluaran saat pembatasan sosial bisa hemat. Manfaatkan bahan makanan yang tersedia di rumah untuk menjadi menu masakan baru atau kain di lemari untuk membuat masker. Kamu juga akan mendapatkan kepuasan sendiri saat membuat sesuatu yang baru dari bahan-bahan yang telah dimiliki.

2. Tetap berinteraksi sosial secara virtual

Biasanya, kalau sebagian besar dari anggaran bulanan dihabiskan untuk bersosialisasi dengan teman-tepat, seperti makan siang atau nongkrong di kafe. Sekarang kamu tetap bisa berinteraksi secara virtual dari rumah. Meskipun tidak realistis, kegiatan ini dapat menghibur dan tentunya memotong semua pengeluaran yang berhubungan dengan sosialisasi. Bahkan sepertinya kebiasaan ini bisa memberikan dampak jangka panjang dan besar pada keuangan kamu lho.

3. Saatnya workout di rumah

Keanggotaan gym atau studio mungkin merupakan investasi yang bermanfaat untuk kesehatan. Tapi saat semua gym atau studio tutup, kamu terpaksa harus tetap workout di rumah yang berarti mengurangi pengeluaran saat pembatasan sosial. Hal ini membuktikan kalau sebenarnya workout di rumah bisa dilakukan secara rutin. Ada banyak tutorial video gratis yang bisa diakses lewat YouTube atau aplikasi olahraga lainnya. Jika biaya keanggotaan gym atau studio setiap bulannya dipangkas, coba bayangkan berapa uang tambahan yang bisa kamu simpan dalam satu tahun?

4. Keluarkan uang dengan bijaksana

Sekarang adalah saat yang tepat untuk membuat prioritas dan memikirkan pengeluaran seperti apa yang benar-benar harus dikeluarkan. Lakukan review budgeting agar kamu tau anggaran yang paling banyak menghabiskan pendapatan dan bagaimana kebiasaan belanja kamu. Kalau biasanya setiap bulan kamu belanja baju, coba pikirkan kembali apakah memang benar-benar butuh? Mungkin alokasinya bisa kamu alihkan kepada pos dana cadangan, investasi, atau dana pensiun.

Ada banyak hal yang tidak dapat kita kendalikan di dunia saat ini, tetapi kita bisa memutuskan bagaimana cara menghadapinya, termasuk bagaimana mengatur pengeluaran saat pembatasan sosial. Banyak pelajaran yang kita dapatkan selama masa pandemik ini yang akan membuat kehidupan di masa akan datang jadi lebih baik lagi, secara sosial, mental, dan finansial.

Baca juga: Maksimalkan Gaya Hidup Dan Perbaiki Cash Flow Dengan Aplikasi Pencatat Keuangan

Close Menu