Strategi Siapkan Pensiun Dini Untuk Pegawai Swasta

Pensiun dini adalah

Batas usia kerja yang berlaku di Indonesia adalah berumur 15 tahun hingga 64 tahun. Namun saat ini para generasi milenial banyak yang mulai merencanakan pensiun di usia yang lebih muda atau sering disebut dengan pensiun dini. Pengertian dari pensiun dini adalah keluarnya seseorang dari pekerjaan lebih cepat dari waktu yang sudah ditentukan perusahaan atau instansi. Sebelum memutuskan, ada banyak perhitungan pensiun dini yang perlu dipertimbangkan, terutama bagi pegawai swasta karena harus mengetahui berapa besar pesangon dan dana pensiun yang akan mereka terima. Sedangkan untuk pegawai negeri sipil, uang pensiun diterima setiap bulannya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Apa yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan pensiun dini?

Keadaan finansial
Pensiun identik dengan berkurangnya pemasukan karena kamu tidak lagi bekerja secara penuh. Oleh karenanya, sebelum mengambil keputusan ini penting untuk memastikan keadaan keuangan benar-benar aman. Pastikan saldo rekening, rasio utang, investasi, passive income, serta sumber pendapatan dan pengeluaran lainnya dapat memenuhi kebutuhan setelah pensiun. Pertimbangkan juga kebutuhan keluarga inti, Kesehatan, dan tanggungjawab terhadap anak, misalkan biaya pendidikan anak, dan lainnya.

Sumber pemasukan baru
Mengambil pensiun dini berarti juga memungkinkan kamu bisa mendapat pemasukan yang baru, misalkan dari bekerja freelance untuk project tertentu atau membuka bisnis. Banyak juga yang mencoba peruntungan untuk memutar uang pesangon pensiun sebagai modal baru dalam bisnis. Apalagi jika dari segi usia masih memungkinkan untuk mencoba berbagai kesempatan lainnya.

Ide aktivitas berikutnya
Pensiun dini bukan berarti berhenti bekerja dan tidak melakukan apapun di rumah. Pikirkan aktivitas apa yang selanjutnya akan kamu jalani. Cukup bergerak dalam lingkungan keluarga, aktif di yayasan sosial, membuka usaha, atau apa? Bahkan banyak yang alih profesi, ke passion yang tertunda. Jenis pekerjaan yang dulu mesti dikorbankan mengingat ada kebutuhan lain yang tidak kalah pentingnya.

Baca juga: Ingin Keuangan Lebih Sehat? Yuk Coba Jalani 30 Hari Detoks Keuangan!

Bagaimana strategi untuk persiapan pensiun dini pegawai swasta?

perhitungan-pensiun-dini

1. Memasang target pensiun
Seperti yang sebelumnya diketahui, banyak orang yang merasa Lelah dengan rutinitas kerja kantoran. Pensiun dini bisa menjadi solusi tepat untuk dilakukan, namun dengan banyak pertimbangan agar keuangan tetap stabil. Ketika kamu berencana untuk pensiun dini, sebaiknya persiapkan target waktu di umur berapa sehingga bisa dilakukan persiapan matang. Misal 10 tahun lagi akan pensiun, mulailah persiapkan tabungan untuk kebutuhan hidup setelah pensiun.

2. Menghitung biaya hidup
Salah satu perhitungan pensiun dini yang harus dilakukan adalah menghitung biaya hidup saat ini. Termasuk didalamnya biaya makan, biaya transportasi, kebutuhan sekunder, cicilan hutang jika ada, dan lainnya. Sebagai contoh setiap bulannya biaya hidup Rp 5 juta. Apabila terjadi inflasi, maka kebutuhan itu akan ditambah dengan nilai 6% sehingga biaya hidup setiap bulannya adalah Rp 5,3. Biaya hidup ini bisa menjadi perkiraan kebutuhan di masa depan dan sebagai gambaran berapa dana pensiun yang harus dikumpulkan.

3. Menghitung total hutang
Setelah menghitung biaya hidup, pastikan juga untuk menghitung total hutang yang dimiliki saat nanti memasuki masa pensiun dini. Jika memungkinkan, pasanglah target untuk melunasi hutang sebelum masa pensiun. Jadi Ketika masuk ke masa pensiun, kamu sudah terbebas dari hutang, baik itu KPR, KTA atau kredit kendaraan bermotor.

4. Mengelola pesangon dengan baik
Untuk yang yang bekerja di perusahaan swasta, ketika pensiun akan memperoleh pesangon yang hanya diberikan satu kali. Namun jangan berpikir bila pesangon merupakan rejeki nomplok yang bebas untuk dihabiskan. Perlu diingat, kamu harus bisa mengelola pesangon pensiun dengan bijak. Sebaiknya alokasikan dana pesangon ini dengan tepat seperti 30% digunakan untuk melunasi sisa hutang, 50% dijadikan tabungan dan 20% lagi dijadikan dana investasi. Pastikan untuk mengetahui strategi investasi yang tepat agar nilainya terus bertambah.

Memilih untuk menjalani pensiun dini akan menambah kualitas waktu bersama keluarga dan bisa menjadi awal yang baru untuk kamu mengembangkan passion yang selama ini mungkin terabaikan. Namun, pastikan kamu telah stabil dari segi finansial dan mampu tetap hidup nyaman setelah pensiun dengan mengumpulkan dana pensiun sedini mungkin.

Baca juga: Memilih Manfaat Asuransi yang Tepat di Setiap Jenjang Usia

Close Menu