Pentingnya Perencanaan Keuangan Keluarga Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup

Perencanaan Keuangan Keluarga

Saat membangun sebuah keluarga, pastinya banyak pondasi kokoh yang harus dibangun, mulai dari kasih sayang, komunikasi, hingga keuangan. Perencanaan keuangan keluarga tentunya menjadi hal penting untuk dilakukan saat sudah berkeluarga, seperti rencana membeli rumah atau kendaraan, rencana pendidikan anak, hingga rencana pensiun nantinya.

Lantas bagaimana cara untuk melakukan perencanaan keuangan keluarga? Membuat perencanaan keuangan pada saat lajang dan setelah menikah tentunya berbeda. Ada beberapa pos-pos keuangan tambahan dan skala prioritas yang harus didahulukan. Berikut adalah tips membuat perencanaan keuangan keluarga yang bisa kamu coba terapkan.

Tips membuat perencanaan keuangan keluarga:

  • Cicilan

Banyak yang beralasan membeli barang dengan cicilan karena kalau tidak dengan sisitem cicil tidak akan bisa beli. Sebenarnya boleh-boleh saja kamu membeli barang dengan cicilan, tapi kalau sudah berkeluarga, maka harus banyak yang dipertimbangkan, apakah barang tersebut memang dibutuhkan, apakah cashflow keluarga berjalan baik. Karena dengan adanya cicilan akan berpengaruh pada prioritas dan rencana keuangan di masa akan datang.

  • Buat target “Harta” yang ingin dimiliki

Setiap orang pastinya emiliki keinginan untuk memiliki “sesuatu”, terlebih saat sudah memiliki sebuah keluarga. Pastinya ada tujuan finansial yang ingin dicapai, baik dalam jangka waktu dekat maupun lama yang bisa dengan mudah diwujudkan dengan perencanaan keuangan. Misalnya pada tahun kedua harus punya mobil, karena diperkirakan sudah memiliki anak dan membutuhkan kenyamanan saat mobilitas. Atau ingin memiliki rumah sendiri dibanding terus menyewa pada tahun keempat, dan lainnya. Buatlah target impian yang realistis sesuai dengan penghasilan suami dan istri.

  • Persiapkan dana darurat

Dalam membuat perencanaan keuangan, pos dana darurat wajib terisi dengan besaran yang ideal, mengingat fungsinya yang penting jika terjadi urgensi. Jika dana darurat belum terkumpul, tahapan pertama yang perlu dilakukan untuk mengumpulkannya adalah dengan memotong pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Dana darurat ini bisa disimpan dalam bentuk tabungan atau asset dengan likuiditas tinggi, sehingga mudah dicairkan.

  • Persiapkan biaya pendidikan

Biaya Pendidikan adalah salah satu pos keuangan yang wajib ada dalam perencanaan keuangan keluarga. Apalagi di zaman sekarang dimana biaya menyekolahkan anak semakin mahal. Sebaiknya, segera persiapkan dana Pendidikan paling lambat satu tahun sebelumnya. Jadi ketika sudah mendekati batas waktu, kamu tidak kaget dan sudah bisa membayarnya. Jika waktu tersisa masih lebih dari 1 tahun sebelum masuk TK, untuk mempersiapkan dana pendidikannya, produk investasi rendah risiko dan rendah biaya adalah pilihan paling masuk akal untuk menghindari inflasi.

  • Asuransi

Semua orang tidak menginginkan terjadi hal buruk pada dirinya, apalagi terhadap orang yang dikasihi. Potensi tersebut ditangkap perusahaan dengan memunculkan begitu banyak produk asuransi bertebaran di sekitar kita. Mulai dari asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi untuk kendaraan, sampai asuransi properti. Cariah asuransi dengan skala prioritas, pertama yang berhubungan dengan nyawa dan kesehatan. Kedua, berhubungan dengan pekerjaan dan mencegah kerusakan, kemudian perlindungan yang berhubungan dengan harta benda.

Perencanaan keuangan keluarga yang matang dapat membuat tujuan keuangan lebih jelas lebih mudah untuk diwujudkan.

Baca juga: Seberapa Darurat Dana Darurat? Berapa Jumlah Yang Dibutuhkan?

Close Menu