Reksadana Saham VS Saham, Apa Bedanya?

Reksadana saham

Seperti yang telah banyak orang ketahui, reksadana adalah salah satu instrumen investasi yang memiliki resiko cenderung lebih aman karena dalam pengelolaannya dilakukan oleh manager investasi berpengalaman. Reksadana sendiri terdiri dari beberapa jenis, yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetean. Reksadana campuran, dan reksadana saham. Perbedaan jenis ini terletak pada instrumen investasi, resiko, dan return yang diberikan. Dari keempat jenis tersebut, reksadana saham memberikan return yang paling besar, tentunya juga dengan resiko tinggi. Lalu, yang banyak menjadi pertanyaan adalah apa bedanya reksadana saham dan investasi saham? Sedangkan instrumen investasinya sama, berupa saham.

Perbedaan Reksadana Saham dan Investasi Saham:

1. Pengelolaan Dana

Pengelolaan dana investasi

Saham
Pada investasi saham, dana dikelola langsung oleh investor. Tapi tentunya investor bisa meminta nasihat dari pialang untuk bermain saham. Tentunya dengan dana yang dikelola sendiri, maka kamu harus menyiapkan waktu untuk memantau pergerakan saham, mengetahui teknik main saham, memahami bagaimana analisa saham, dan lainnya agar keuntungan yang diraih bisa maksimal.

Reksadana Saham
Dana akan dikelola oleh manajer investasi. Jadi, ketika dana sudah disetorkan, manajer investasi akan mengalokasikan saham mana saja yang dibeli, dijual, atau ditahan, berdasarkan analisis mereka terhadap pasar. Kamu sebagai investor cukup memantau kinerja manajer investasi ini.

2. Tingkat Resiko

resiko investasi

Saham
Tingkat resiko investasi saham memang cukup tinggi, terlebih untuk investor pemula. Mengapa tingkat resikonya tinggi? Karena keputusan investasi ada di tangan investor itu sendiri, misalnya kapan waktu yang tepat untuk jual atau beli saham. Kamu harus benar-benar belajar bagaimana untuk mendapatkan return tinggi dan mengurangi resiko kerugian.

Reksadana Saham
Tingkat risiko reksadana saham lebih rendah dibandingkan dengan investasi saham karena dana yang kamu investasikan akan dikelola oleh manager investasi berpengalaman. Manager investasi akan memilihkan saham yang bagus sehingga meminimalisir kerugian.

Baca juga: Belajar Cara Investasi Saham Untuk Pemula

3. Return Investasi

Return investasi

Saham
Karena dana dikelola sendiri, maka kamu tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar fee agen pengelola. Umumnya hanya perlu membayar fee untuk online trading dan biasanya sekitar 0,1 – 0,3%. Selain itu, investasi saham langsung juga potensi mendapatkan return yang lebih tinggi karena bisa menentukan sendiri ingin investasi di saham mana.

Reksadana Saham
Karena dana dikelola oleh manajer investasi, maka kamu akan dikenakan fee untuk pengelolaan tersebut. Selain itu, biasanya kamu juga akan dikenakan potongan setiap akan melakukan penarikan dana.

4. Jumlah Investasi Minimum

Jumlah investasi minimum

Saham
Untuk membuka rekening saham harus dilakukan di perusahaan sekuritas. Awal setoran sebenarnya bebas saja, mau berapa pun bisa disetorkan ke rekening dana nasabah kita di bank kustodian. Tapi, untuk membeli saham, kita perlu punya dana minimal sebesar 1 satuan saham yang dijual dalam lot = 100 lembar.

Reksadana Saham
Yang menarik dari reksadana saham adalah kamu bisa mulai investasi dengan minimal Rp 100 ribu, bahkan ada sekuritas yang menawarkan minimum investasi sebesar Rp 50 ribu. Jadi, untuk kamu yang abru ingin mencoba, reksadana saham ini patut untuk dicoba.

5. Pajak

Pajak investasi saham dan reksadana saham

Saham
Untuk investasi saham, maka kamu akan dikenakan pajak final sebesar 0,1% dari nilai penjualan saham yang sudah termasuk dalam biaya penjualan, serta kamu juga akan dikenakan pajak final sebesar 10% saat pembagian dividen.

Reksadana Saham
Reksa dana merupakan salah satu produk investasi yang tidak dikenakan pajak. Akan tetapi, kamu tetap harus melaporkan keuntungan reksadana ke dalam laporan SPT Tahunan.

Jadi, sebaiknya pilih reksadana saham atau langsung investasi saham? Tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan ini. Semua tergantung dengan tujuan keuangan dan kondisi keuangan kamu. Pastikan sebelum melakukan investasi, kamu telah memiliki tujuan keuangan yang pasti, memiliki dana darurat, dan melunasi hutang konsumtif.

Baca juga: Investasi Jangka Pendek VS Investasi Jangka Panjang, Mana yang Lebih Cuan?

Close Menu