8 Pertanyaan yang Membantu Kamu “Rethinking Budget” di Masa Pandemik

Rethinking budget

Penyebaran Covid-19 mempengaruhi banyak hal, kesehatan, kehidupan sosial, hingga keuangan. Di masa sekarang ini, memang membicarakan dan memikirkan tentang keuangan menjadi hal terakhir yang ingin kamu lakukan. Terlalu banyak informasi lain yang harus dicerna dan diterima. Namun, mengatur keuangan dan rethinking budget adalah hal yang tidak bisa dihindari untuk dibahas. Cara mengatur keuangan untuk setiap orang berbeda karena situasi, resiko, dan profil keuangan berbeda pula.

Ingatkan diri sendiri bahwa keadaan saat ini mungkin di luar kendali. Maafkan juga diri kamu sendiri karena tidak mempersiapkan sebaik mungkin yang “seharusnya” dimiliki. Saat ini yang bisa dilakukan adalah mengambil beberapa langkah proaktif untuk bangkit kembali dan mengatur budget atau anggaran agar bertahan hingga beberapa bulan ke depan.

Berikut adalah beberapa pertanyaan untuk ditanyakan kepada diri sendiri yang akan membantu kamu “rethinking budget” dan mengatur keuangan di masa pandemik:

Mengatur keuangan

1. Berapa minimum uang yang harus saya dapatkan setiap bulan?

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah membuat anggaran bulanan. Jumlahnya hanya mencakup pengeluaran yang benar-benar diperlukan, tanpa tambahan pengeluaran “ekstra”. Daftar pengeluaran yang diperlukan, seperti:

  • Sewa rumah atau cicilan KPR
  • Biaya transportasi
  • Asuransi
  • Pembayaran hutang
  • Biaya makan
  • Listrik, air, dan kebutuhan rumah lain
  • Internet
  • Kesehatan
  • Biaya lain yang diperlukan berdasarkan keadaan pribadi masing-masing

Setelah mengetahui berapa pengeluaran wajib yang dibutuhkan, kamu bisa mengetahui berapa minimum uang atau penghasilan yang harus didapatkan setiap bulannya.

2. Apakah saya punya cukup uang di bank untuk menutupi pengeluaran selama beberapa bulan jika kehilangan penghasilan?

Selanjutnya, yang perlu kamu evaluasi dengan serius untuk rethinking budget adalah cadangan dana yang dapat menutupi pengeluaran selama beberapa bulan jika kehilangan penghasilan atau kebutuhan urgensi atau biasa disebut dana darurat. Lengkapnya tentang dana darurat bisa kamu baca di sini! Besarnya dana darurat untuk setiap individu pastinya berbeda-beda. Jika kamu belum mengumpulkan dana darurat, beberapa hal ini bisa dilakukan untuk mengumpulkannya:

  • Tentukan berapa banyak uang di tabungan saat ini
  • Berapa lama uang tersebut bisa memenuhi kebutuhan dasar
  • Mulai untuk tentukan berapa banyak yang akan kamu sisihkan setiap bulan
  • Direkomendasikan untuk menghemat pengeluaran selama 3-6 bulan hingga mencapai nominal dana darurat yang telah ditentukan

3. Apakah ada pengeluaran rutin yang tidak esensial dan bisa dibatalkan? 

Himbauan untuk #dirumahaja tentunya membuat banyak layanan berlangganan kamu di luar sana tidak terpakai dan hanya membuang-buang uang. Coba rethinking budget dan periksa tagihan auto-debet yang kamu miliki, namun tidak esensial untuk saat ini dan bisa dibatalkan atau dihentikan sementara? Berikut adalah beberapa contohnya:

  • Keanggotaan gym
  • Subscription paket transportasi online
  • Layanan streaming
  • Langganan koran & majalah fisik maupun online
  • Keanggotaan bioskop
  • Keanggotaan restaurant

Kalau di hari-hari normal sebelumnya, hal-hal tersebut menjadi kebutuhan, saat ini rasanya tidak terlalu diperlukan. Makanan adalah keharusan, tetapi berlangganan keanggotaan di resto tidak. Setelah kamu mengidentifikasi biaya berulang yang tidak perlu, kamu dapat mengurangi pengeluaran dan menyisihkan budget tersebut untuk kebutuhan esensial lainnya. Plus, kamu juga bisa menggunakan moment ini sebagai kesempatan untuk mengevaluasi apa yang benar-benar penting ketika keadaan dan penghasilan telah kembali normal.

4. Apakah ada beberapa pembelian yang bisa ditunda?

Mungkin kamu sudah merencanakan liburan di pertengahan tahun atau membeli barang impian sebagai self-reward. Tentunya hal-hal ini tidak harus dibatalkan, cukup untuk memberinya jeda waktu hingga keadaan keuangan kembali pulih. This too shall pass! Kamu bisa menikmati manfaat psikologis dengan merencanakan liburan lebih matang sambil menunda melakukan pemesanan liburan.

Baca juga: To-do-list Setelah Gajian, Biar Bertahan Lama di Rekening

5. Apakah saya bisa memasak? Jika tidak, tentunya saya bisa belajar memasak! 

Mayoritas orang mengeluhkan bahwa biaya pembelian makanan di restoran menghabiskan sebagian besar pengeluaran bulanan mereka. Tentunya, memasak makanan sendiri di rumah adalah solusi tepat untuk berhemat dan rethinking budget. Kamu tidak harus menciptakan makanan dengan level rasa koki-profesional untuk diri sendiri dan keluarga. Berbelanja di pasar tradisional juga memberikan selisih belanja yang cukup besar dibandingkan belanja di supermarket. Tentunya dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan ya.

6. Jika memiliki kartu kredit, bagaimana cara menggunakan dengan bijak dan menghilangkan annual fee?

Jika kamu memiliki kartu kredit, tentunya hal pertama yang harus diperhatikan adalah penggunaanya yang harus bijak. Jangan menganggap kartu kredit adalah alat hutang, perlakukanlah sebagai alat bayar. Kemudian, jangan sampai menambah biaya bunga karena telat membayar tagihan. Hal lain yang sering dikeluhkan adalah biaya tahunan atau annual fee. Beberapa bank penerbit kartu kredit ada yang memberikan bebas annual fee dengan minimum penggunaan tertentu setiap bulannya. Cobalah untuk mencari info sebanyak mungkin untuk menghindari biaya tambahan dari penggunaan kartu kredit.

7. Apakah ada layanan gratis atau bantuan pemerintah yang bisa dimanfaatkan? 

Pemerintah pusat dan daerah mengucurkan banyak anggaran untuk diberikan kepada masyarakat. Contohnya seperti kartu pra-kerja yang diperuntukan bagi seluruh masyarakat Indonesia yang mengalami dampak akibat Covid-19. Ada juga layanan listrik gratis, subsidi BBM, bantuan logistik kebutuhan pokok, hingga keringanan kredit. Adanya layanan gratis dan bantuin ini tentunya akan mempengaruhi pengeluaran bulanan kamu.

8. Apakah ada skenario darurat yang bisa saya lakukan?

Walaupun masa darurat Covid tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir, tapi kamu bisa membuat 3 skenario untuk menjaga ketahanan keuangan:

  • Jika wabah berlangsung selama 6 bulan kedepan
  • Jika wabah berlangsung selama 12 bulan kedepan
  • Jika wabah berlangsung selama 18 bulan kedepan

Dari rencana tersebut akan terlihat sejauh mana ketahanan finansial kamu dan membuat prediksi apa yang harus dilakukan. Jika penghasilan berkurang, mencari penghasilan tambahan dengan berjualan atau kerja freelance adalah solusi terbaik. Pilihan lain jika memang benar-benar mendesak adalah gadai barang dan yang paling terakhir adalah melihat opsi kredit.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan sangat membantu kamu dalam mengatur keuangan dan rethinking budget di masa pandemik ini, menentukan prioritas, melakukan seleksi pengeluaran tidak esensial, hingga memperhitungkan skenario terburuk dan tentunya mempersiapkan solusinya.

 

Baca juga: Strategi Untuk Freelancer Tetap Survive di Tengah Pandemik Covid-19

Close Menu