Bagaimana Cara Mempersiapkan Tabungan Pendidikan Anak?

Tabungan-Pendidikan-Anak

Semua yang terbaik pasti diusahakan para orangtua demi anak-anak mendapatkan pendidikan berkualitas. Tentunya, kualitas dan biaya pendidikan memiliki perbandingan lurus dan setiap tahunnya selalu mengalami kenaikan karena inflasi. Kemudian banyak yang bertanya, kapan waktu yang tepat untuk menyiapkan tabungan pendidikan anak? Bisa dimulai sejak pasangan suami istri berencana memiliki anak.

Pendidikan anak dimulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan kuliah dengan total perkiraan waktu 19 tahun. Dana Pendidikan ini yang harus para orangtua siapkan sedini mungkin, mengingat biayanya akan selalu naik setiap tahun. Berdasarkan data BPS, kenaikan rata-rata biaya pendidikan di Indonesia sebesar 10% per tahun. Kenaikan ini lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang hanya berkisar 8-9% per tahun.

Rata-Rata Biaya Pendidikan di Indonesia

Biaya Pendidikan Anak di Indonesia

Baca juga: Bikin Perencanaan Keuangan dengan 5 Langkah Pintar Ini!

Apa yang Harus Disiapkan Untuk Tabungan Pendidikan Anak?

Dana-Pendidikan-Anak

– Hitung jumlah dana pendidikan

Strategi pertama dalam mempersiapkan dana pendidikan anak adalah merencanakan kemana anak akan disekolahkan dan berapa biaya yang dibutuhkan. Tentunya rencana pendidikan setiap keluarga berbeda-beda. Ada yang ingin menyekolahkan anak di sekolah negeri, swasta, atau bahkan luar negeri. Jadi, para orangtua harus memutuskan terlebih dahulu tujuan pendidikan dan menghitung berapa jumlah tabungan yang dibutuhkan.

– Tentukan lama menabung

Setelah menentukan tujuan pendidikan dan biaya yang dibutuhkan, hal lain yang harus dilakukan adalah menentukan kapan dana tersebut dibutuhkan sehingga orangtua bisa menentukan berapa lama waktu mengumpulkannya. Apakah dana tersebut digunakan untuk kuliah atau masuk SMA. Lama waktu menabung akan tergantung dari keputusan kapan dana tabungan digunakan.

– Atur budget bulanan dan sisihkan di awal

Mengatur budget bulanan merupakan adalah bagian dari rencana keuangan yang harus dilakukan, terutama saat memiliki tujuan masa depan. Untuk memenuhi tabungan pendidikan anak, orangtua harus membuat budget berapa biaya yang akan disisihkan untuk dana pendidikan anak.  Memiliki budgeting bulanan akan memudahkan dalam mengelola keuangan karena semua kebutuhan telah memiliki anggarannya masing-masing.

Baca juga: Financial Planner di Indonesia, Profesi Baru untuk Solusi Keuangan

Dimana Tempat Aman Menyimpan Tabungan Pendidikan Anak?

Menyimpan-dana=pendidikan-anak

1. Tabungan Konvensional

Cara paling mudah dans sederhana yang pertama adalah menyimpan dana pendidikan pada tabungan konvensional yang dikhususkan untuk tabungan Pendidikan. Menabung di bank memang memiliki resiko yang rendah serta memberikan kepastian, keamanan dan dapat ditarik kapanpun dibutuhkan. Kuncinya adalah dengan mendisiplinkan diri untuk menyisihkan sejumlah uang ke tabungan setiap bulan.

2. Program Tabungan Pendidikan

Sedikit berbeda dengan tabungan konvensional, tabungan Pendidikan memiliki fasilitas asuransi jiwa. Jadi, apabila orangtua meninggal, target dana pendidikan tetap akan tercapai. Tabungan ini juga memiliki fasilitas bunga yang tinggi dan fasilitas asuransi kesehatan dengan tambahan sejumlah biaya. Biasanya rekening tabungan pendidikan menjadi turunan dari rekening pribadi di bank dengan sistem auto-debit.

 3. Deposito

Menabung dalam bentuk deposito adalah salah satu cara tabungan pendidikan yang paling banyak digunakan oleh orangtua. Cara ini dianggap cukup efektif karena deposito tidak bisa dicairkan sesuka hati dan memiliki bunga cukup tinggi dibandingkan tabungan konvensional. Pilihlah produk deposito dengan jangka waktu yang sesuai dengan masa anak membutuhkan biaya sekolah.

4. Asuransi Pendidikan

Sekilas tabungan pendidikan dan asuransi Pendidikan mirip. Tapi tentunya ada beberapa perbedaan, seperti: Asuransi pendidikan diterbitkan oleh perusahaan asuransi, meskipun premi sudah selesai dibayar, asuransi pendidikan baru bisa dicairkan jika jatuh tempo atau orangtua meninggal, potongan untuk mencairkan dana asuransi pendidikan sebelum waktunya lebih besar dari tabungan pendidikan, keuntungan asuransi pendidikan lebih besar.

5. Investasi

Alternatif lain untuk mengumpulkan dana pendidikan anak dalam bentuk investasi. Cara ini banyak disarankan oleh pakar keuangan karena return dari investasi cukup bagus, mengingat kenaikan inflasi tiap tahunnya. Pilihlah investasi dengan resiko rendah yang aman, seperti investasi emas atau reksadana. Investasi emas cukup menjanjikan untuk jangka panjang dengan kenaikan yang stabil setiap tahunnya.

Masa depan anak-anak ada di tangan pra orangtua. Oleh karena itu, penting untuk mempersiapkan dana pendidikan anak sedini mungkin. Memiliki persiapan dana pendidikan yang matang akan membuat lebih ringan dan tenang saat anak-anak mendekati usia sekolah atau kuliah.

Close Menu