Tarif Ojek Online Naik September Ini, Apakah Solusi?

Tarif-ojek-online-naik

Kota-kota besar selalu dihadapi dengan permasalahan kemacetan yang tidak terkendali, terutama di negara berkembang yang padat penduduk. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke 4 di dunia telah menghadapi masalah ini sejak lama. Ojek menjadi salah satu solusi untuk bepergian dengan cepat, efisien, dan menghindari kemacetan.

Perkembangan zaman membuat keadaan ojek di Indonesia telah berubah secara signifikan dalam tiga tahun terakhir. Telah hadir ojek online yang bisa dipesan dengan mudah dan harganya sudah pasti, jadi tidak lagi perlu tawar-menawar dengan si abang ojek. Beberapa start-up transportasi online dari dalam maupun luar negeri berlomba untuk mengembangkan transportasi ojek online di Indonesia.

Awalnya, keberadaan ojek online ini dianggap merusak ‘pasar’ oleh transportasi offline lainnya. Namun seiring kehadirannya dan kebutuhan masyarakat, akhirnya pemerintah dan pihak terkait mulai mendukung serta memberikan aturan pasti untuk sistem transportasi online ini.

Saat ini terdapat 2 kompetitor kuat ojek online di Indonesia, yaitu Grab dan Gojek. Tak hanya menyediakan jasa ojek online, kedua perusahaan ini telah berkembang pesat dan mengembangkan produknya, seperti jasa mobil online, pengantaran makanan, pengantaran barang, dan masih banyak lainnya.

Permasalahan yang kerap menjadi polemik belakangan ini adalah ketimpangan tarif dan promo antara kedua ojek online tersebut. Di satu sisi, harga yang murah memberikan daya minat yang tinggi dari masyarakat, namun dari sisi driver ojek online dirasa kurang untuk kesejahteraannya.

Tarif Ojek Online Naik

Pemerintah berupaya untuk memberikan solusi untuk para pengguna dan driver dengan mengeluarkan tarif baru batas bawah dan batas atas ojek online (ojol) diatur berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 tahun 2019 yang merupakan turunan atas Permenhub 12/2019. Tarif diatur berdasarkan zonasi.

  • Zona I (Sumatra, Jawa, Bali kecuali Jabodetabek): Rp 1.850-2.300 per km dengan biaya minimal Rp 7.000-10.000
  • Zona II (Jabodetabek): Rp 2.000-2.500 per km dengan biaya minimal Rp 8.000-10.000
  • Zona III (Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan lainnya): Rp 2.100-2.600 dengan biaya minimal Rp 7.000-10.000

Penetapan tarif ojek online naik akan berlaku mulai Senin, 2 September 2019 mendatang. Seiring waktu terus diperluas hingga akhirnya secara penuh tarif baru tersebut akan diterapkan di seluruh Indonesia yang jadi wilayah operasi ojol. Para driver ojek online menyambut baik keputusan ini dan berharap dapat menjadi solusi bersama untuk kesejahteraan masyarakat.

Close Menu