Tips Belanja Online Aman Untuk Lindungi Data dari Scammers!

Tips-Belanja-Online-Aman

Di era digital sekarang ini, tampaknya mustahil untuk menjaga data pribadi dan informasi keuangan tetap aman. Belakangan sedang heboh berita peretasan dari situs belanja yang berisi banyak data pengguna. Hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan karena kita memasukkan hampir semua informasi saat belanja online. Tentunya ada solusi dan tips belanja online aman yang bisa kamu lakukan.

Beberapa langkah keamanan mungkin tampak ribet, namun pastinya sangat berguna. Ingatlah bahwa penipuan dan upaya phishing saat ini jauh lebih canggih dari sebelumnya. Kamu harus menyiapkan banyak skenario untuk semaksimal mungkin melindungi data pribadi dan informasi keuangan agar tetap terjaga.

Berikut adalah beberapa tips belanja online aman untuk menjaga informasi keuangan kamu

Tips-Belanja-Online-Aman

1. Berbelanja dari toko online terpercaya

Jika kamu suka belanja online, perlu diingat bahwa kamu hanya boleh belanja di website terpercaya atau toko terpercaya di e-commerce. Jangan terlalu tergiur dengan harga diskon yang berlebihan dan tidak masuk akal, jauh dari harga normalnya. Terlebih apabila kamu diminta melakukan transaksi di luar website atau situs e-commerce. Berdasarkan pengalaman, ada banyak kasus dimana produk yang dibayar tidak pernah dikirimkan. Untuk website, pastikan beralamat “htpps” dimana situs web tersebut memiliki sertifikat SSL, menggunakan enkripsi untuk mengamankan data dan mencegah upaya peretasan.

2. Baca baik-baik kebijakan situs web

Banyak orang yang tidak memperhatikan bagian kebijakan privasi saat memasukkan data diri di suatu situs belanja online. Jangan sampai di kebijakan tersebut ada poin yang menyebutkan bahwa pengelola situs web boleh memberikan data pribadi ke pihak lain. Perhatikan juga kebijakan pengembalian barang karena semua transaksi dilakukan tanpa melihat barang secara fisik. Terakhir, periksa kebijakan pengembalian dana apabila barang tidak dikirim.

3. Atur konfirmasi real-time

Siapkan konfirmasi real-time untuk transaksi di rekening bank dan kartu kredit. Kamu bisa memilih konfirmasi melalui email atau pesan teks. Jadi, saat kamu melakukan transaksi pembelian, akan ada konfirmasi atau laporan. Jika kamu tiba-tiba mendapatkan pesan konfirmasi saat tidak melakukan pembelian, langsung hubungi customer service untuk membekukan akun. Semakin cepat kamu melaporkan, semakin mudah juga untuk dilakukan tracking data. Belanja online aman ada di tanganmu!

Baca juga: Ikigai: Sebuah Konsep Untuk Lebih Mencintai Hidup dan Pekerjaan

4. Hindari jaringan Wi-Fi publik

Saat kamu bergabung dengan jaringan Wi-Fi publik, ingatlah bahwa semua kegiatan yang berlangsung dapat diakses oleh penyedia layanan. Informasi apa pun yang dimasukkan, seperti nomor kartu kredit, credential internet bank dapat dicuri. Beberapa scammer bahkan berupaya menipu dengan membuat jaringan Wi-Fi palsu dengan Namanya terlihat terpercaya. Untuk melindungi semua data pribadi, hindari jaringan publik dan gunakan perlindungan antivirus di semua perangkat.

5. Pertimbangkan cara pembayaran

Banyak metode pembayaran yang bisa dilakukan saat belanja online. Mulai dari transfer bank, virtual account, e-wallet, debit online, hingga kartu kredit. Pembayaran dengan kartu kredit biasanya akan otomatis menyimpan data kartu. Hal ini wajib untuk kamu perhatikan untuk menghindari adanya pencurian kartu kredit. Pembayaran dengan menggunakan sistem transfer bank, virtual account, atau COD boleh dipertimbangkan.

6. Lakukan log out akun setelah belanja

Hal ini mungkin akan terasa merepotkan karena setiap kamu akan berbelanja harus kembali log in dan memasukkan data. Tapi cara ini efektif untuk menghindari transaksi fraud jika handphone hilang dicuri atau diretas. Selain itu juga, selalu matikan perangkat PC atau laptop setelah berbelanja karena bisa saja ada pembobol yang sudah menanamkan malware dan mengambil alih kendali PC dan melakukan transaksi.

 

Baca juga: Kenalan dengan Kakeibo, Cara Mengatur Keuangan Ala Jepang!

Cara mengetahui data akun yang pernah diretas

Belanja-Online-Aman-Terpercaya

Avast Hack Check: Salah satu situs yang dapat diakses untuk memeriksanya adalah melalui https://www.avast.com/hackcheck/. Pengguna hanya butuh memasukkan alamat e-mail di kolom pemeriksaan, kemudian Avast akan mengirimkan hasil pemeriksaan ke alamat e-mail.

Have I Been Pwned (HIBP): Caranya dengan memasukkan alamat e-mail ataupun username pada laman https://haveibeenpwned.com/ kemudian situs HBIP pun akan menampilkan hasil pemeriksaan.

1Password: Merupakan pengelola password yang mampu menyimpan kata kunci dalam sebuah database terenkripsi. 1Password juga dapat memperingatkan pengguna apabila ada password yang telah disusupi. Fitur Watchtower dalam 1Password memungkinkan pembaruan dapat diterima setiap ada pelanggaran keamanan baru yang dilaporkan dan ditambahkan ke dalam database.

Google Chrome: Pada versi Chrome 79, pengguna akan diperingatkan jika kata sandi pada situs yang diakses telah diretas. Jika versi ini telah tersedia dan dimiliki, kamu dapat memeriksanya dengan masuk ke pengaturan browser di bawah “Sync and Google Services”.

Menjaga keamanan informasi data dan keuangan mungkin tampak mustahil di tengah era modern ini. Tapi kamu tetap dapat mengambil langkah-langkah untuk membuat data seaman mungkin dengan tips belanja online aman seperti di atas.

Close Menu