Belajar Menjadi Zero Waste Untuk Kurangi Sampah Dunia

Zero waste lifestyle

Modernisasi mendorong manusia untuk menjadi konsumtif dalam banyak hal. Tentunya dari perilaku konsumtif ini, seringnya tanpa sadar menghasilkan banyak sampah setiap harinya, mulai dari sampah makanan hingga barang. Studi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan bahwa hanya 7% sampah di Indonesia yang dapat dikompos dan didaur ulang, dan 69% produksi sampah hanya ditimbun di TPA, sedangkan produksi sampah harian bisa mencapai ratusan ribu ton. Hingga kemudian banyak yang menyadari untuk memulai zero waste lifestyle, lalu bagaimana konsep zero waste? Yuk kita bahas satu persatu!

Apa itu zero waste?

Banyak yang mengira zero waste = nol sampah, kemudian merasa susah untuk mewujudkan gaya hidup ini. Padahal sebenarnya zero waste adalah sebuah konsep hidup berkesadaran untuk menggunakan produk sekali pakai dengan lebih bijak dan mengutamakan produk-produk yang umur pakainya lebih panjang. Tujuannya dari konsep zero waste ini adalah untuk mengurangi jumlah sampah di TPA dan dampak buruknya agar sumber daya alam tetap terjaga.

Ada 5 metode yang dipakai dalam konsep zero waste, yaitu 5R:

Zero waste Recycle
Refuse (menolak)
Reduce (mengurangi)
Reuse (menggunakan kembali)
Recycle (mendaur ulang)
Rot (membusukkan sampah)

Perlu diingat bahwa gaya hidup zero waste bukan berarti mengkriminalkan barang-barang plastik, barang sekali pakai dan sejenisnya. Konsepnya lebih untuk pengendalian diri agar tidak lagi konsumtif dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Zero waste lifestyle merupakan sebuah gaya hidup yang penerapannya tidak bisa instan, tapi bisa dilakukan perlahan dan konsisten. Beberapa hal yang kamu bisa lakukan saat ingin memulai gaya hidup zero waste adalah dengan memperbanyak literasi, update dengan informasi lingkungan, kemudian menerapkan dalam kehidupan.

Manfaat Zero Waste Lifestyle:

konsep zero waste

1. Hemat pengeluaran
Gaya hidup zero waste mendorong kamu untuk lebih hemat. Ketika berbelanja, kamu akan lebih fokus dengan apa yang benar-benar dibutuhkan, memisahkan antara kebutuhan dan keinginan sehingga pengeluaran bisa dikurangi. Kamu juga akan terdorong untuk membeli barang-barang preloved yang masih berkualitas dengan harga miring. serta memanfaatkan barang bekas menjadi perabot lebih berguna, sehingga mengurangi budget untuk membeli perabot baru.

2. Meningkatkan kreativitas
Daripada membuang sampah yang bisa mencemari lingkungan, kamu akan berpikir kreatif bagaimana memanfaatkannya menjadi barang yang lebih berguna. Proses recycle dan reuse dalam konsep zero waste bisa mengasah kreativitasmu dalam mengolah sampah, seperti memanfaatkan baju bekas menjadi tas belanja, mengubah botol minum plastik menjadi pot tanaman, kotak pensil, dan lainnya.

3. Mendorong gaya hidup sehat
Sisa makanan menjadi salah satu sampah yang cukup membahayakan apabila terakumulasi dalam jumlah banyak, sehingga dengan menerapkan zero waste lifestyle kamu mungkin akan lebih memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi dan memilih makanan yang “ramah lingkungan”. Misalnya, kamu akan menghindari beli makanan di luar karena akan menambah konsumsi plastik dan beralih untuk memasak sendiri.

4. Bisa menambah penghasilan dan pengetahuan
Ada banyak peluang untuk memperoleh pendapatan dari penerapan gaya hidup zero waste. Sampah rumah tangga bisa diolah menjadi berbagai barang kerajinan tangan atau perabot rumah tangga. Selain itu, kamu juga akan termotivasi untuk belajar hal-hal yang kamu belum ketahui sebelumnya, seperti belajar hal-hal apa saja yang baik untuk lingkungan, bagaimana inovasi dan riset terbaru tentang lingkungan, dan lainnya.

Baca juga: Mengenal Gaya Hidup Minimalis yang Bikin Bahagia dan Hemat

Bagaimana cara memulai zero waste lifestyle:

zero waste adalah

Memanfaatkan barang yang tidak dipakai
Kalau dulu semua harus serba beli dan baru, kini mulailah untuk memanfaatkan barang-barang yang kamu miliki dan masih bisa dipakai berulang kali.

Bijak dalam mengkonsumsi makanan
Kalau dulu kamu sering membeli makanan karena lapar mata dan berakhir tidak termakan, sekarang saatnya untuk bijak saat membeli makanan agar tidak terbuang sia-sia.

Think before you buy tt
Kita sering tergoda dengan diskon, alhasil menjadi impulsive buying untuk barang-barang yang sebenarnya tidak perlu. Cobalah untuk smart consumer dengan hanya membeli barang yang kamu butuhkan saja dan menolak bungkusan atau kantong plastik.

Memisahkan sampah organik dan anorganik
Meskipun kita masih menghasilkan sampah, tapi setidaknya kita bisa membantu mengurangi dan mengolah sampah dengan memisahkan tempat sampah organik dan anorganik. Sampah organik adalah sampah yang bisa diuraikan, seperti sisa makanan, sisa buah dan sayur, daun kering, dan lainnya. Sampah anorganik umumnya berupa sampah kering, seperti kertas, botol, kaca, dan lainnya.

Menjalani zero waste lifestyle bisa dimulai dari hal-hal kecil dan simple dari diri sendiri, kemudian kamu bisa perlahan mengajak orang-orang di sekitar untuk ikut menjalani zero waste. Saat ini Bumi, tempat kita tinggal sudah mulai rapuh dan rusak. Yuk, bersama kita belajar untuk lebih bijak dalam menghasilkan sampah dan menjaga kelestarian lingkungan!

Baca juga: Mengenal Fast Fashion dan Sustainable Fashion di Industri Mode

Close Menu